Johannesburg (ANTARA) - Gugus tugas vaksin Uni Afrika mengatakan pada Jumat bahwa Rusia telah menawarkan 300 juta dosis vaksin COVID-19 Sputnik V beserta paket pendanaan untuk negara-negara yang ingin mengamankan pasokan vaksin tersebut.

Pihak Uni Afrika, dalam sebuah keterangan, menyebut vaksin Sputnik V akan tersedia selama periode 12 bulan yang dimulai pada Mei 2021.

Baru sedikit negara di Afrika yang sudah memulai program vaksinasi, tertinggal dari sejumlah negara maju dengan kampanye vaksinasi mereka.

"Kami bersyukur dapat menerima vaksin Sputnik V dari Federasi Rusia dan amat sangat bangga karena mampu menawarkannya [...] kepada negara anggota Uni Afrika," kata John Nkengasong, direktur badan pengendalian penyakit Uni Afrika.

"Kemitraan bilateral dan sektor swasta seperti ini sangatlah penting dalam upaya kita mengakhiri pandemi COVID-19," kata Nkengasong menambahkan.

Sebelumnya Uni Afrika menyebut bahwa pihaknya telah mengamankan 270 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, Pfizer, dan Johnson & Johnson untuk pengiriman pada tahun ini. Hari ini, tim vaksin Uni Afrika menyebut seluruh dosis tersebut telah "dipakai untuk tenggat fase alokasi pertama."
Baca juga: Belasan negara tertarik pada rencana pengadaan vaksin Uni Afrika
Baca juga: Afsel kembalikan satu juta dosis vaksin AstraZeneca produksi India


Sumber: Reuters