Solo (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkomitmen menghilangkan perlintasan sebidang secara bertahap untuk mengurangi kasus kecelakaan di jalan raya.

"Kami sedikit demi sedikit secara bertahap menghilangkan satu bidang persimpangan antara jalan dan kereta api," katanya di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan sudah berkeliling ke sejumlah jalan di Kota Solo, beberapa titik yang harus segera diperbaiki di antaranya "underpass" atau jalur bawah Gilingan dan Joglo.

"Itu akan kami kerjakan dengan PT KAI dan Kementerian Perhubungan, kami sedang koordinasi apakah akan membuat 'underpass' ataukah 'elevated' (jalur layang) kereta api seperti di Gambir. Jadi lebih rapi," katanya.

Ia mengatakan beberapa upaya tersebut dilakukan untuk menghilangkan perlintasan sebidang antara kereta api dan jalan raya.

"Nanti kami pakai konstruksi mortar busa, ramah lingkungan dan prosesnya lebih cepat. Ini seperti yang dipakai di Antapani Bandung," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meminta kementerian juga segera memikirkan jalur lambat yang ada di Jalan Ir Sutami dan Jalan Kolonel Sutarto.

"Sampai saat ini lima wali kota belum mampu menyelesaikan jalur lambatnya. Nampaknya wali kota yang baru nanti yang akan menyelesaikan agar bisa dilewati kendaraan tidak bermotor," katanya.

Sementara itu, anggota komisi V DPR RI Sadewo mengatakan akan mendukung sepenuhnya untuk anggaran rencana pembangunan tersebut sesuai dengan harapan masyarakat Kota Solo.



Baca juga: PUPR: "Flyover" Purwosari dukung kereta semicepat Jakarta-Surabaya

Baca juga: PUPR bangun jalan layang atasi kemacetan perlintasan sebidang kereta

Baca juga: Kemenhub koordinasi dengan Pemda buat perlintasan tidak sebidang

Baca juga: Lebih dari 458 perlintasan sebidang kereta statusnya liar