Mataram (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menggelar promosi perdagangan NTB dengan Taiwan secara virtual sebagai salah satu implementasi program Bela Beli Indonesia.

"Kegiatan tersebut juga sebagai Iangkah strategis Bank Indonesia bersama pemerintah untuk mendorong perluasan akses pasar produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di NTB ke pasar internasional," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji ketika mengikuti promosi perdagangan NTB secara virtual di Mataram, Rabu.

Promosi dagang NTB tersebut digelar bersamaan dengan web seminar internasional dengan tema "Menembus pasar Taiwan secara online".

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Kepala Bank Indonesia Beijing Arief Hartawan, Kepala KDEI Taipei Budi Santoso, Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei Arif Sulistyo, dan Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman, serta 50 pelaku UMKM NTB yang siap ekspor.

Menurut Heru, produk UMKM NTB memiliki keunggulan tersendiri sehingga layak untuk dipromosikan ke berbagai negara, salah satunya Taiwan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB sudah membina 10 UMKM unggulan yang berpotensi melakukan perjanjian bisnis dengan pembeli potensial dari Taiwan, antara lain kopi, teh kelor, mutiara, tenun, olahan makanan, kerajinan ketak, dan berbagai kerajinan dari bambu.

"Seluruh binaan yang dipromosikan tersebut merupakan UMKM yang telah dilakukan kurasi dan siap ekspor, bahkan beberapa di antaranya telah melakukan ekspor ke berbagai negara di Asia, dan Eropa," ujarnya.

Kepala KDEI Taipei Budi Santoso menyambut baik kegiatan promosi perdagangan antara NTB dan Taiwan. Sebab, pasar di negara itu cukup potensial dan pola kemitraan akan mendorong investor dari Taiwan untuk berinvestasi di NTB.

Untuk itu, KDEI Taipei menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi promosi produk UMKM NTB di Taiwan, kepada para pembeli potensial, baik secara manual (offline) maupun secara daring (online).

"KDEI dan Bank Indonesia dalam waktu dekat akan bekerja sama memfasilitasi pengiriman produk-produk UMKM NTB ke Taiwan untuk ditampilkan dalam berbagai pameran yang ada di sana," ucap Budi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei Arif Sulistyo menambahkan secara garis besar, komoditas yang dimiliki oleh Provinsi NTB merupakan produk yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Taiwan, mulai dari kopi, teh, sarang burung walet, kerajinan tangan, ikan, lobster dan teripang.

Menurut dia, dengan kondisi pasar Taiwan yang cocok dengan komoditas yang dimiliki NTB, maka terbuka peluang bagi UMKM di NTB untuk melakukan ekspor ke Taiwan.

"Hal yang perlu diperhatikan oleh UMKM adalah menjaga kualitas, kemasan dan kontinuitas kapasitas barang yang akan diekspor," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman mengatakan berbagai potensi dan peluang perdagangan komoditas NTB ke Taiwan dibagi menjadi tiga sektor andalan ekspor nontambang, yaitu sektor pertanian dan perkebunan seperti jagung, kopi, dan vanili.

Selain itu, sektor kelautan dan perikanan seperti ikan, udang vaname, rumput laut dan mutiara, serta sektor kerajinan, baik kerajinan mutiara, bambu dan kayu.