Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan akan melakukan transformasi terhadap balai latihan kerja (BLK) untuk menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja Indonesia.

"Kami tidak main-main, kami akan kerja keras untuk melakukan transformasi BLK. Kami akan mengubah secara total BLK sebagai balai latihan vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja," katanya dalam konferensi pers virtual membahas kinerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada 2020 yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Hal itu dilakukan, kata dia, agar pekerja Indonesia memiliki daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan terdapat beberapa agenda yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu reformasi kelembagaan untuk meningkatkan kinerja organisasi BLK yang lebih inovatif dan transformatif.

Selain itu, akan dilakukan juga revitalisasi saranan dan prasarana untuk meningkatkan kapasitas, fasilitas dan keterjangkauan bagi BLK. Kemenaker juga akan melakukan desain ulang pelatihan untuk merespons tantangan ketenagakerjaan baik di tingkat nasional dan internasional.

Pihaknya akan melakukan "rebranding" (usaha untuk mengubah citra) baru guna meningkatkan daya tarik dan kepercayaan publik terhadap BLK.

Kemenaker juga akan meningkatkan kemitraan dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan ketenagakerjaan untuk memperkuat kinerja BLK.

"Kami tahu persoalannya sekarang adalah 'link and match' itu yang harus terjaga, maka dibutuhkan 'relationship' yang bagus," katanya menegaskan.

Selain BLK yang berada di bawah Kemnaker, telah didirikan juga 2.127 BLK komunitas di seluruh Indonesia dalam periode 2017-2020 untuk membantu peningkatan kompetensi penduduk Indonesia, demikian Ida Fauziyah.
​​​​​​​
Baca juga: Kemnaker bangun 1.000 BLK Komunitas selama tahun 2020

Baca juga: Legislator: Perlu BLK khusus difabel agar pekerja lebih terampil

Baca juga: Kemnaker bakal perluas penerima manfaat BLK Komunitas​​​​​​​