London (ANTARA) - Saham-saham Inggris kembali berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (4/2), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terkikis 0,06 persen atau 4,10 poin, menjadi menetap di 6.503,72 poin.

Indeks FTSE 100 menyusut 0,14 persen atau 8,83 poin menjadi 6.507,82 poin pada Rabu (3/2), setelah terkerek 0,78 persen atau 50,23 poin menjadi 6.516,65 poin pada Selasa (2/2), dan menguat 0,92 persen atau 58,96 poin menjadi 6.466,42 poin pada Senin (1/2).

Unilever, sebuah perusahaan barang konsumen transnasional Inggris-Belanda, berkinerja paling buruk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 6,20 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan pertambangan logam mulia berbasis di Meksiko Fresnillo yang kehilangan 3,29 persen, serta, perusahaan induk telekomunikasi multinasional Inggris BT Group jatuh 3,22 persen.

Di sisi lain, Lloyds Banking Group, sebuah perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Inggris, melonjak 5,65 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan perusahaan jasa keuangan dan perbankan Inggris lainnya, NatWest Group, yang terangkat 5,54 persen; serta perusahaan layanan katering dan dukungan lainnya Compass Group bertambah 4,45 persen.