Wellington (ANTARA) - Regulator medis Selandia Baru, Medsafe, untuk sementara mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh produsen Amerika Serikat Pfizer bersama mitranya dari Jerman BioNTech, seperti diumumkan pemerintah, Rabu.

"Persetujuan sementara vaksin Pfizer-BioNTech menjadi langkah positif bagi Selandia Baru dalam memerangi COVID-19," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern melalui pernyataan. "Itu artinya kini kami dapat mempersiapkan tahap pertama peluncuran vaksinasi."

Vaksin COVID-19 diperkirakan tiba di Selandia Baru pada akhir kuartal pertama 2021, kata pemerintah.

Menurutnya, orang-orang yang paling berisiko terhadap virus akan divaksin terlebih dahulu sebelum otoritas memvaksinasi masyarakat yang lebih luas pada paruh kedua tahun ini.

Sumber: Reuters

Baca juga: Prospek virus corona membaik, saham Asia terangkat lebih tinggi

Baca juga: Prancis laporkan 23.337 kasus COVID, tertinggi sejak akhir November