Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menyusun rencana induk pengembangan wisata Ubud, Bali, bersama dengan pemerintah daerah setempat.

Kawasan Ubud, menurut Menparekraf/Kepala Badan Parisiwata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, akan dikembangkan sebagai wisata berbasis budaya dan berkelanjutan sehingga dapat membuka lapangan kerja seluasnya di tengah pandemi.

"Ubud adalah masa lalu dan masa depan kita. Pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal, budaya dan adat istiadat yang dijaga kita pastikan menjadi masa depan sektor parekraf. Untuk itu perlu dijaga dan dilestarikan dalam bingkai kekinian," kata Sandiaga dalam pernyataan pers Kemenparekraf, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga saat berdialog dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Raja Ubud di Puri Ubud.

Menparekraf Sandiaga Uno juga berjanji untuk dapat lebih mengenal dan merasakan keindahan alam dan budaya di Ubud. Oleh karena itu, dia akan tinggal di Ubud dalam kesempatan mendatang.

Baca juga: Napas baru dunia pariwisata Indonesia

"Saya juga berjanji sama Pak Wagub untuk tinggal di sini. Agar bisa lebih mengenal dan merasakan langsung, berdialog dengan para pelaku ekonomi kreatif, salah satunya pematung yang ingin dipasarkan produknya secara luas. Begitu juga dengan fashion dan kuliner. Misalnya pengusaha kuliner yang membuat selai khas Ubud yang sudah bisa dipasarkan langsung melalui digital,” ujarnya.

Kemenparekraf, ujar Sandiaga Uno, juga terus mendorong masyarakat untuk membantu pelaku ekonomi kreatif dengan mencintai dan menggunakan produk-produk lokal buatan anak bangsa. Itu sesuai dengan program pemerintah yaitu Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Beli Kreatif Lokal.

"Kami akan terus mendorong melalui dua program utama Kemenparekraf yaitu #BanggaBuatanIndonesia dan #BeliKreatifLokal yang salah satu pilot project-nya akan digelar di Danau Toba Februari 2021 yaitu #BeliKreatifToba dan nanti juga akan ada beli kreatif Ubud yang merupakan program akselerasi digitalisasi kita,” jelasnya.

Dalam upaya membantu pelaku industri kreatif, Kemenparekraf juga akan menyiapkan program Reskilling dan Upskiling serta permodalan dan pendampingan agar produk-produk para pelaku ekonomi kreatif semakin diterima masyarakat.

"Kami ingin ini menjadi kolaborasi untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif kita, serta mempromosikan dan memasarkan produknya melalui pasar digital," tutup Menparekraf.


Baca juga: Menparekraf ajak pengusaha dan profesional bekerja dari Bali

Baca juga: Sandiaga ajak tiket.com bantu dorong lima destinasi super prioritas

Baca juga: Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"