Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Luar Negeri RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat kerja sama dan kehadiran BUMN Indonesia di luar negeri.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dan Sekretaris Jenderal Kemlu Cecep Herawan di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis, dengan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Melalui kerja sama dengan Kemlu, Menteri BUMN mengharapkan peningkatan kerja sama Pertamina dengan negara-negara lain, khususnya untuk memperbaiki rantai pasok (supply chain) energi guna membangun ketahanan energi bangsa Indonesia ke depannya.

“Pertamina sendiri sudah melakukan paparan terbuka kepada BPK, KPK, dan lain-lain […] bahwa keberadaan Pertamina di luar negeri adalah sebagai ujung tombak bagaimana perbaikan supply chain energi yang ada di Indonesia,” kata Erick.

Dalam hal ini, Kemlu diharapkan dapat membantu Pertamina untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara, terutama dalam aspek geopolitik dan payung hukum sehingga kerja sama yang dibangun tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan Indonesia.

“Karena kita tahu, negara-negara tersebut pasti punya kepentingan-kepantingan lain yang saya kira sewaktu-waktu bisa mengubah kebijakan. Tentu dengan keberadaan Kemlu kita bisa menjembatani persepsi dari perubahan geopolitik itu lewat peran Ibu Menlu (Retno Marsudi) dan jajarannya,” ujar Erick.

Erick mengharapkan BUMN lainnya juga bisa mengikuti langkah yang diambil Pertamina, untuk memperluas perannya di pasar internasional.

Saat ini sedikitnya terdapat 83 cabang/anak perusahaan dari 17 perusahaan Indonesia yang tersebar di 26 negara.

Nilai investasi outbound BUMN di seluruh dunia mencapai 17,5 miliar dolar AS (sekitar Rp246,7 triliun), yang merupakan modal besar bagi untuk menunjukkan kehadiran strategis Indonesia di luar negeri.

Sebagai negara besar, diplomasi ekonomi bukan hanya menarik investasi ke dalam, namun juga mendorong investasi BUMN ke luar negeri.

Terkait kerja sama ini, dalam kesempatan terpisah Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa Kemlu siap untuk mendukung BUMN Go Global, dan pemerintah akan berupaya memajukan strategi outbound investment Pertamina di Timur Tengah, Asia Selatan dan Tengah, serta Afrika.

Hal ini selaras dengan prioritas penguatan diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya dalam eksplorasi dan pengembangan pasar potensial non-tradisional.

Selain kerja sama ekonomi di sektor energi, area kerja sama lainnya mencakup dukungan terhadap rencana aksi korporasi di luar negeri dan diplomasi Indonesia di perwakilan RI serta kerja sama lainnya selama lima tahun ke depan.

Baca juga: Kemlu bantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi
Baca juga: Kadin dukung pelaksanaan diplomasi ekonomi yang digalakkan Kemlu
Baca juga: LPEI gandeng Kemlu dan UI tingkatkan diplomasi ekonomi