Jakarta (ANTARA) - Filler adalah salah satu jenis perawatan yang paling populer di dunia kecantikan karena tidak memerlukan tindakan operasi, meski demikian ada hal yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah melakukan filler.

dr. Grace Waworuntu, MKed(KK), SpKK dari ZAP Premiere Puri Indah mengatakan hal pertama yang wajib dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk mengetahui kontraindikasi.

"Sebelum tindakan, pasien juga dipastikan tidak mengkonsumsi aspirin, ibuprofen, vitamin E, atau minyak ikan dalam satu minggu terakhir. Juga dianjurkan untuk menghindari merokok dan minum alkohol sebelumnya," kata dalam bincang-bincang "Memperbaiki Konstruksi Wajah Tanpa Operasi", Kamis.

Baca juga: Kenali perbedaan "filler" dan "botox"

Setelah tindakan, pasien disarankan untuk tidak menekan-nekan atau menggosok area tindakan selama enam jam sesudah perawatan. Selain itu, tidak membasuh wajah dengan air hangat selama 24 jam serta menghindari aktivitas berat dan paparan sinar matahari langsung selama tiga hari.

"Ada beberapa efek samping dari filler yang biasanya timbul seperti kemerahan, bengkak, hingga rasa nyeri. Hal ini dapat diminimalisir dengan kompres es dan disarankan kembali berkonsultasi dengan dokter setelah 2 minggu treatment," kata dr. Grace.

Setelah perawatan filler, pasien bisa mengkombinasikan perawatan harian yang biasa dilakukan di rumah. Namun tidak disarankan untuk melakukan face massage.

"Perawatan seperti superficial chemical peeling dan laser non ablative masih bisa dilakukan di hari yang sama saat menerima filler. Namun laser ablative, ultrasound HIFU/Ulthera, facial, mikrodermabrasi harus menunggu dua
minggu agar tidak mengganggu efektivitas filler," ujar dr. Grace.

dr. Grace juga mengatakan bahwa filler tidak bersifat permanen. Efek filler rata-rata bisa bertahan antara 6-24 bulan tergantung dari produk yang digunakan.

Baca juga: Perawatan "filler" untuk atasi penuaan tanpa operasi