Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan Kantor DPD PDIP di Yogyakarta merupakan contoh konsep pembangunan yang sadar akan bencana dan prolingkungan.

"Bangunan (kantor PDIP) ini bukan hanya 'green building', tapi juga dibangun tahan gempa. Ini salah satu bentuk kesadaran akan lingkungan," kata Hasto dalam rapat PDIP secara daring di Jakarta, Senin, seperti dikutip dalam siaran persnya.

Menurut dia, Indonesia perlu merombak kembali paradigma pembangunan dan mereorientasi konsepsi pembangunan dengan prinsip dasar sadar bencana dan menjaga keseimbangan alam.

"Pengalaman ini tak ingin sekadar dilewatkan oleh PDI Perjuangan, namun harus menjadi pelajaran untuk perbaikan pembangunan tata ruang kita ke depannya," kata Hasto menanggapi peristiwa bencana alam belakangan ini.

Hasto mengungkapkan, para kepala daerah asal PDIP, anggota DPR, DPRD maupun struktural partai, kerap dipertemukan dengan BMKG, BNPB hingga ahli tata ruang agar sadar bencana dan memiliki karakter merawat lingkungan.

"Sebagai kader PDI Perjuangan, setiap struktural partai, eksekutif partai, legislatif partai, sering kami pertemukan agar membangun kesadaran tata ruang yang aman bencana dan pro terhadap lingkungan," ujar Hasto pula.

Dalam rangkaian kegiatan PDIP yang digelar pada Senin ini, partai berlambang banteng moncong putih itu mendapatkan tiga penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). mulai dari peserta HUT ke-48 partai secara daring terbanyak, penanaman pohon oleh anggota partai terbanyak hingga pembagian tumpeng untuk rakyat terbanyak.

Menurut dia, PDIP sebagai pemenang pemilu dua kali berturut-turut dan juga pengusung utama presiden dan wakil presiden, ingin agar sadar bencana dan merawat lingkungan menjadi konsep pembangunan.

"Bagi PDI Perjuangan, penghargaan MURI membuktikan bahwa kerja-kerja partai mendapat apresiasi publik. Sesuai perintah dari Ketua Umum Ibu Megawati, kami ditugaskan merawat lingkungan, sadar bencana. Jadi bukan sekadar menanam pohon dan membersihkan sungai. Bahkan juga dalam tata kota hingga arsitektur bangunan," kata Hasto pula.