Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 337 jiwa terdampak banjir bandang yang melanda wilayah itu pada Selasa (12/1).

"Kami sudah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir bandang yakni sebanyak 68 kepala keluarga (KK) atau 337 jiwa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Rabu.

Baca juga: Hujan tinggi, banjir bandang dan tanah longsor terjang Jember-Jatim

Banjir bandang menerjang Desa/Kecamatan Bangsalsari akibat hujan deras yang mengguyur kawasan setempat hingga menyebabkan air Sungai Tugusari meluap membawa material lumpur dan kayu pada Selasa (12/1) sore.

"Alhamdulillah banjir bandang sudah surut dan warga dibantu BPBD, TNI, Polri, Tagana Dinsos, Damkar, Destana Sukorejo, Relawan 3/4, Mdmc Jember & Relawan membersihan rumah, fasilitas ibadah dan fasilitas pendidikan," tuturnya.

Baca juga: Dihantam gelombang, banjir rob terjang Pantai Payangan Jember-Jatim

Ia mengatakan ada tiga pesantren yang juga lembaga pendidikan terendam banjir bandang yakni Pondok Pesantren Mamba'ul Khoiriyatil Islamiyah ( MHI ), Ponpes Ar - Rosyid, dan Ponpes Al - Azhar yang ketiganya berada di Kecamatan Bangsalsari.

"Tembok Pesantren Ar- Rosyid jebol akibat diterjang banjir bandang karena lokasinya ada di tikungan sungai. Jebolnya pembatas tembok pesantren itu sudah terjadi dua atau tiga kali beberapa waktu yang lalu," katanya.

Baca juga: Banjir genangi tujuh titik di wilayah Jember

Selain banjir bandang di Desa/Kecamatan Bangsalsari, lanjut dia, bencana banjir juga terjadi di Kecamatan Gumukmas, Kecamatan Tanggul dan tanah longsor terjadi di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang.

"Kami mendata sebanyak 11 rumah rusak ringan dan dua kandang kambing rusak akibat banjir yang merendam rumah warga di Desa Tanggul Kecamatan Tanggul dengan ketinggian 50 cm, namun kini air sudah surut," ujarnya.

Ia menjelaskan BPBD Jember mendistribusikan makanan siap saji kepada warga yang terdampak banjir bandang karena sebagian warga terkendala air bersih dan perabotan yang belum bisa digunakan.

"Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir bandang di Desa/Kecamatan Bangsalsari, namun beberapa bangunan dan perabotan rumah atau pesantren mengalami kerusakan, serta hewan ternak dan dokumen hanyut terbawa banjir," katanya.