Banda Aceh (ANTARA) - Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di provinsi ujung barat Indonesia ini masih tinggi, karena rendahnya disiplin pengguna jalan mematuhi aturan berlalu lintas.

"Kesadaran lalu lintas masih rendah. Banyak yang belum mematuhi aturan. Lampu merah masih diterobos dan melawan arus," kata Irjen Wahyu Widada, di Banda Aceh, Selasa.

Kapolda mengatakan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh sudah melakukan berbagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas tersebut, di antaranya dengan meningkatkan kesadaran pengguna jalan menaati peraturan lalu lintas.

Namun, kata Kapolda, angka kecelakaan tetap masih tinggi, kendati menurun setiap tahunnya, ini tentu menjadi keprihatinan bersama bagaimana menyelamatkan masyarakat Aceh dari kecelakaan lalu lintas.

"Kecelakaan lalu lintas ini berawal karena ketidakpatuhan terhadap peraturan berlalu lintas, seperti mengabaikan keselamatan berlalu lintas, tidak memakai helm, dan lainnya," kata Irjen Wahyu Widada.

Karena itu, Kapolda meminta jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh mencari solusi efektif bagaimana meningkatkan disiplin masyarakat mematuhi peraturan berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan di jalan raya bisa ditekan.

Selain itu, Kapolda juga meminta jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh memetakan titik rawan kecelakaan, seperti apakah titik rawan tersebut kurang rambu lalu lintas atau jalanannya gelap di malam hari.

"Selain upaya tersebut, edukasi dan sosialisasi tidak boleh berkurang. Terus lakukan dengan sasaran pelajar dan anak-anak muda, sehingga kepatuhan berlalu lintas bisa meningkat," kata Irjen Wahyu Widada.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda menyebutkan angka kecelakaan lalu lintas di provinsi itu sepanjang 2020 mencapai 3.126 kasus. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan 2019 yang mencapai 4.233 kasus.

Sedangkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada 2020 sebanyak 576 orang, turun 24,4 persen dibandingkan 2018 yang mencapai 762 orang. Korban meninggal didominasi usia produktif 16 hingga 25 tahun.
Baca juga: Sapi jadi ancaman kecelakaan pengguna jalan di Aceh Jaya
Baca juga: Polda Aceh salurkan bantuan bagi korban kecelakaan lalu lintas