Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa dari November ke Desember 2020 terjadi peningkatan drastis dalam penambahan kasus COVID-19, termasuk kasus aktif yang naik 55 persen.

"Memang dari bulan Maret sampai Desember kalau melihat grafiknya setiap bulan masih naik terus," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Dr Dewi Nur Aisyah dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta pada Rabu.

Ia menyoroti terjadi dua kali periode kenaikan signifikan yaitu Agustus ke September 2020 ketika kasus nasional per bulan naik dari 66.360 kasus pada Agustus 2020 menjadi penambahan sebanyak 112.255 baru pada September 2020.

Hal itu menunjukkan penambahan 45.895 kasus baru atau meningkat 69,2 persen di mana di dalam rentang itu terjadi libur panjang.

Pola yang sama terjadi pada November-Desember 2020 dengan pada November 2020 terdapat 128.850 kasus baru yang kemudian naik pada Desember 2020 ketika muncul 188.248 kasus baru, atau terdapat penambahan 59.398 kasus.

"Ini kita belum membahas mengenai dampak akhir tahun," katanya.

Selain itu terdapat juga penambahan jumlah kasus aktif, atau pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Dewi, jumlah kasus aktif bertambah signifikan dalam enam pekan terakhir yaitu 55 persen kenaikan jumlah kasus aktif pada Desember dibandingkan November. Di mana pada akhir November terdapat 71.658 kasus aktif, dibandingkan 108.452 pada pekan keempat Desember.

"Kalau kita bandingkan dengan titik di pekan terakhir November dengan titik pekan terakhir Desember kenaikan kasus aktif ini 55 persen," tambahnya.

Hal yang sama juga terjadi dengan angka kematian nasional bulanan di mana terjadi kebaikan signifikan pada Agustus-September dan November-Desember 2020. Pada Agustus-September terjadi kenaikan 46 persen dari 2.283 kematian pada Agustus menjadi 3.334 kematian.

Selain itu, kondisi yang sama juga terjadi pada November-Desember 2020 dengan terjadi kenaikan 42,7 persen dari 3.081 kematian pada November menjadi 4.397 kematian pada Desember 2020.

"Penambahan kasus yang cukup tinggi dalam satu waktu, dalam waktu yang sama, harus diwaspadai karena tenaga kesehatan memiliki kapasitas, dalam jumlah tempat tidur, ICU, tenaga kesehatan, seberapa cepat penanganannya di rumah sakit, belum lagi dengan kondisi karakteristik dari pasiennya," demikian Dewi Nur Aisyah.


#satgascovid19
#ingatpesanibujagajarak

Baca juga: Satgas: Usia 60 tahun berisiko 19,5 kali lipat meninggal akibat covid

Baca juga: Satgas COVID ingatkan lagi masyarakat hindari kerumunan, terapkan 3M

Baca juga: Satgas: Disiplin protokol COVID-19 tak bisa dilakukan sendirian