Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi IBM membagikan prediksinya, bahwa hybrid cloud dan atau kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan menjadi dua kekuatan dominan yang mendorong transformasi digital di semua sektor untuk melalui masa pandemi dan menyongsong tahun 2021.

Di Indonesia, IBM melihat perusahaan Indonesia lebih berfokus pada adopsi cloud dengan tujuan memberikan layanan digital lebih baik. Di sisi lain, perusahaan Indonesia juga berupaya untuk memfasilitasi penyelenggaraan ekosistem kerja hybrid di mana karyawan bisa secara bergantian bekerja di kantor dan di rumah.

Baca juga: Mengenal teknologi "Confidential VMs" di Google Cloud

"Adopsi cloud telah menjadi fitur utama dalam mengembangkan model bisnis baru yang digerakkan secara digital, dan kami percaya bahwa hybrid cloud dan AI adalah dua kekuatan dominan yang mendorong transformasi digital di semua sektor," kata Tan Wijaya, Presiden Direktur, IBM Indonesia, melalui keterangannya, Minggu.

"Kedua teknologi ini menjadi sangat fundamental dalam pengembangan operasional sebuah perusahaan menjadi lebih efisien dan memberikan kesempatan untuk berinovasi guna mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia," imbuhnya.

Terdapat enam kapabilitas yang menjadi kunci kesuksesan perusahaan di masa pandemi terkait dengan pemanfaatan teknologi menurut IBM Institute for Business Value (IBV).

Pertama adalah kelincahan dan efisiensi. Sebanyak 65 persen organisasi yang memiliki kinerja terbaik (top performers) menggunakan hybrid cloud untuk mencapai tingkat kelincahan yang dibutuhkan dalam hal pengembangan dan penyelenggaraan layanan.

Dari pemanfaatan hybrid cloud, kelincahan, dan efisiensi meningkat hingga lebih dari 91 persen dari sebelumnya.

Selanjutnya adalah keterlibatan pelanggan. 53 persen organisasi yang memiliki kinerja terbaik mengimplementasikan otomasi untuk membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih mendalam. Keterlibatan pelanggan pun meningkat hingga 141 persen dari sebelumnya.

Ketiga adalah rantai pasok dan operasional. Lebih dari 54 persen perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung menggunakan AI untuk perencanaan rantai pasoknya.

Lalu, ketahanan TI dan keberlangsungan bisnis. Lebih dari 120 persen perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung menggunakan cloud untuk pengembangan sesuai skala di lokasi (on-premise) dan mengakomodasi tingginya permintaan.

Lebih lanjut, tenaga kerja. Perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung melakukan sintesis atas data internal dan data eksternal sehingga mampu meningkatkan efektifitas pengelolaan tenaga kerja.

Terakhir adalah keamanan siber. Lebih dari 72 persen perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung menggunakan AI untuk mencatat dan melakukan penilaian atas ancaman.

Menurut IBM, saat ini, bisnis sedang bergerak cepat dan memanfaatkan teknologi cloud dan AI untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dengan sebelumnya.

Sebanyak 60 persen eksekutif yang di survei, telah mempercepat transformasi digital perusahaan mereka selama pandemi.

Baca juga: Teknologi komputasi awan kian diminati saat pandemi

Baca juga: Teknologi komputasi awan dikenalkan kepada IKM

Baca juga: Teknologi cloud berperan ciptakan pabrik cerdas di era Industri 4.0