Washington (ANTARA) - Melalui sebuah surat untuk anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dan staf mereka, dokter di institusi itu mengatakan pada Kamis (17/12) bahwa para anggota Kongres akan mendapat vaksinasi COVID-19 dalam distribusi gelombang pertama,

Dalam suratnya, dr. Brian Monahan menyebut bahwa ia telah diberitahu oleh Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih bahwa Kongres "akan disediakan sejumlah dosis vaksin COVID-19 demi memenuhi kebutuhan untuk terus melangsungkan operasional pemerintahan."

Dia juga menyebut "sejumlah kecil dosis vaksin COVID-19 itu mencerminkan adanya pembagian dalam pengiriman vaksin gelombang pertama yang disebarkan ke seluruh negeri."

Baca juga: 100 hari pertama, Biden targetkan 100 juta dosis vaksin COVID-19
Baca juga: AS berencana mulai vaksinasi COVID pada warga pertengahan Desember


Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi, dalam pernyataan terpisah, menyatakan bahwa mereka akan mendapat suntikan vaksin itu dalam beberapa hari ke depan.

"Rekomendasi saya untuk Anda tentu saja tegas, bahwa tidak ada alasan bagi Anda untuk menangguhkan vaksinasi ini. Manfaatnya jauh melebihi risiko kecil (yang dapat muncul)," tulis Monahan.

Monahan juga mengatakan bahwa setelah anggota Kongres divaksinasi, para staf di Capitol Hill yang dianggap esensial akan pula diberikan suntikan vaksin, kemudian vaksin baru akan disediakan untuk staf lainnya hingga seluruh dosisnya habis.

AS mulai mengirimkan sebanyak 2,9 juta dosis vaksin buatan perusahaan dalam negeri Pfizer yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech, pada Minggu (13/12) untuk disebar ke rumah sakit di negara itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Trump akan terima vaksin COVID usai tim medisnya tentukan yang terbaik
Baca juga: Amerika Serikat izinkan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer