Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa pasien sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 di provinsi ini sampai dengan 10 Desember 2020 bertambah 33 menjadi 5.971 orang.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Kamis, mengatakan, hari ini ada penambahan pasien sembuh sebanyak 33 orang kemudian pada Rabu (9/12) ada penambahan pasien sembuh sebanyak 12 orang.

Tambahan pasien sembuh sebanyak 33 orang pada Kamis ini tersebar di dua daerah yaitu Kota Kendari (30 orang) dan Kabupaten Bombana (3 orang), sedangkan pada Rabu tambahan 12 pasien sembuh ada di Kabupaten Konawe (12 orang).

Sementara itu pada hari yang sama atau Kamis terjadi penambahan kasus positif sebanyak dua orang yaitu dari Kota Kendari (1 orang) dan Kabupaten Kolaka Utara (1 orang).

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra menjadi 5.926 orang

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Sultra 5.823 orang dari 6.918 kasus


Pada Rabu (9/12) terjadi penambahan pasien positif sebanyak 56 orang yang tersebar di tujuh daerah yaitu Kota Kendari (17 orang), Kabupaten Wakatobi (24 orang), Kabupaten Konawe Utara dan Konawe Selatan masing-masing lima orang, Kota Baubau (3 orang), serta Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Kolaka Utara masing-masing satu orang.

Ia menambahkan untuk data pasien COVID-19 yang meninggal di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan, tetap 116 orang.

Sebaran 116 kasus meninggal COVID-19 di Sultra, yakni Kabupaten Konawe Selatan (9 orang), Bombana (3 orang), Buton Tengah (2 orang), Buton (5 orang), Kolaka Utara (2 orang), Kolaka (3 orang), Muna Barat (1 orang), Kolaka Timur (1 orang).

Selanjutnya, Buton Selatan (2 orang), Konawe Kepulauan (2 orang), Wakatobi (2 orang), Konawe (9 orang), Buton Utara (4 orang), Kabupaten Muna (9 orang), Kota Kendari (45 orang) dan Kota Baubau (17 orang).

Pria yang akrab disapa dokter Wayong ini mengingatkan bahwa penyebaran pandemi COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya menerapkan 3M.

"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi, edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini. Selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif, sehingga bisa menekan angka kasus," ujar Wayong.*

Baca juga: Total 116 pasien COVID-19 meninggal di Sulawesi Tenggara

Baca juga: 5.821 pasien COVID-19 di Sultra sembuh