Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) serius menjajaki rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) bekerja sama dengan Pemerintah Denmark.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan Pemprov NTB memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan pembangunan PLT Biomassa.

"Terima kasih atas dukungan Duta Besar Denmark untuk Indonesia yang telah banyak membantu dan mendukung kerja sama antara NTB dan Pemerintah Denmark," kata Zulkieflimansyah saat rapat secara virtual bersama Duta Besar Denmark,Lars Bo Larsen dan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengembangan PLTBm dari Mataram, Selasa.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan kerja sama yang telah dimulai sejak tahun lalu tersebut bertujuan untuk menghadirkan PLTBm pertama di Indonesia yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam hal ini sejumlah pihak telah digandeng Pemprov NTB untuk menjalankan rencana tersebut.

Baca juga: Ini jurus Kementerian ESDM percepat pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi

"BUMD kami akan bermitra dengan Kaltimex Energy untuk mengelola dan mengoperasikan PLTBm," ujar Gubernur Zulkieflimansyah.

Menurut dia, Pemprov NTB telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera menerbitkan sovereign garansi. Namun karena pandemi COVID-19, hal tersebut masih berproses di Kemenkeu.

"Pemerintah Indonesia melalui Kemenkeu meminta agar proyek tersebut dapat dilakukan studi kelayakan sembari menunggu sovereign guarantee diterbitkan," tambah Gubernur Zulkieflimansyah.

Meski demikian ia memastikan komitmen penuh Pemprov NTB dalam pengembangan PLTBm . Terlebih lagi NTB yang akan menjadi tuan rumah berbagai perhelatan internasional terus berupaya memunculkan terobosan-terobosan, salah satunya yakni NTB berenergi hijau dan terbarukan.

Baca juga: Potensi biomassa pengganti batu bara capai 20.925 ton

"Pemprov NTB sangat mendukung proyek tersebut dan akan memastikan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan berdasarkan studi kelayakan awal yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Denmark dan Pemprov NTB," katanya.

Sementara itu Dubes Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen mengatakan jika seluruh program dan proyek yang sempat terhambat diakibatkan pandemi COVID-19 harus segera dilanjutkan kembali. Investasi PLTBm di NTB sendiri memang sudah menarik perhatian Denmark sejak 2019.

"Pandemi ini sesungguhnya merupakan peluang yang bagus untuk melakukan sesuatu sebagai investasi, dan menurut saya proyek Biomassa ini adalah salah satu langkah awal kami untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dan NTB," ucap Lars Bo Larsen.

Proyek Biomassa di Lombok, kata dia, adalah salah satu prioritas kerja sama Pemerintah Denmark dan Indonesia.

"Investasi PLTBm di NTB sendiri memang sudah menarik perhatian Denmark sejak 2019," katanya.

Baca juga: Pemerintah: Cofiring biomassa membantu pulihkan ekonomi nasional