Senggigi, Lombok (ANTARA) - Dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk para pelaku wisata di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menjadi "energi" tambahan untuk tetap bertahan di tengah pandemi.

"Kami sangat berterimakasih, ini salah satu tambahan buat kita, semacam ekstra untuk 'bernapas', ini ekstra 'energi' untuk kita yang tentu sangat membantu," kata General Manager Holiday Resort Lombok I Ketut M. Jaya Kusuma kepada ANTARA, Senin.

Jaya menuturkan, penginapan yang ia kelola adalah satu dari 107 hotel dan restoran yang mendapat kualifikasi untuk menerima dana hibah dari pemerintah. Total penerima bantuan dari pemerintah di Lombok Barat adalah 86 hotel dan 21 restoran.

Baca juga: Pergeseran karakteristik turis di Bali, pasangan bulan madu berkurang

Baca juga: Kunci pemulihan pariwisata Tanah Air


Hotel dan restoran masuk kategori penerima hibah setelah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi kelengkapan persyaratan yang dilakukan Dinas Pariwisata bersama Inspektorat, dan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat. Selain masih beroperasi dan punya izin-izin yang masih berlaku, hotel yang taat pajak juga memenuhi syarat untuk menerima dana hibah.

"Kita salah satu penyumbang top 5 terbesar untuk dana hibah, kita sangat berterimakasih dengan program ini," imbuh ketua Senggigi Hotels Association itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Saepul Ahkam dalam sosialisasi penerima hibah pariwisata bagi hotel dan restoran di Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (5/12), mengatakan dana hibah akan dicairkan oleh Kemenparekraf dalam dua tahap.

Masing-masing sebesar 50 persen dari total dana yang akan dicairkan sebesar Rp13,59 miliar untuk Kabupaten Lombok Barat.

Dana tersebut akan dicarikan dalam dua tahap, rencananya tahap pertama sebelum tanggal 15 Desember dan pencairan tahap kedua sebelum 24 Desember.

Dana hibah tersebut akan dipergunakan Jaya untuk kesejahteraan karyawan, melengkapi standard protokol kesehatan di hotel serta membantu pembayaran biaya operasional.