Medan (ANTARA News) - Kepala Biro Perencanaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenfominfo) Syarief Widjaja mengatakan, perkembangan dunia informasi dan telekomunikasi di tanah air mengalami kemajuan luar biasa dalam lima tahun terakhir.

"Hingga awal 2010, telah terbangun 31 ribu lebih jaringan telekomunikasi di Indonesia," kata Syarief Widjaja dalam pembukaan rapat koordinasi daerah badan informasi se-Sumatera Utara di Siba Island, Belawan, Selasa.

Syarief mengatakan, pesatnya kemajuan dunia informasi dan telekomunikasi di Indonesia itu dapat dilihat dari kenaikan pajak telekomunikasi yang tercatat dalam data Kemenkominfo.

Pada tahun 2005, kata dia, pajak komunikasi telekomunikasi yang tercatat di Kemenkominfo hanya sekitar Rp700 miliar.

Namun pada tahun 2010, Kemenkominfo mencatat jumlah pajak tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan karena mencapai Rp10 triliun.

Salah satu faktor meningkatnya jumlah pajak telekomunikasi itu disebabkan banyak penggunaan telepon selular yang pada 2005 hanya mencapai 20 juta pengguna.

Sedangkan pada tahun 2010, jumlah pengguna telepon selular telah mencapai angka 140 juta lebih orang atau meningkat 700 persen.

Demikian juga dengan pengguna Internet yang pada tahun 2005 hanya sekitar 2-3 juta orang. "Sedangkan pada tahun 2010 pengguna internet telah mencapai 40 juta orang," katanya.

Ia menyebutkan, pesatnya perkembangan itu menyebabkan sektor dunia informasi dan telekomunikasi menjadi salah satu penghasilan pajak bagi negara.

"Dunia informasi dan telekomunikasi menjadi penyumbang pajak terbesar kedua di bidang nonmigas," katanya.

Menurut Syarief, perkembangan dunia informasi dan telekomunikasi di tanah air itu menyebabkan hampir tidak ada lagi daerah yang mengalami blank spot atau tidak mendapatkan sinyal komunikasi.

Meski demikian, Kemenkominfo masih terus mencanangkan berbagai program di bidang informasi dan telekomunikasi untuk lebih mencerdaskan rakyat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menciptakan desa dan kecamatan yang mampu menjangkau Internet sehingga dapat memiliki peluang penguasaan informasi yang bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pada tahun 2010 ini, kita akan membuat 5.400 desa dan kecamatan Internet," katanya.

(ANT/S026)