Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan pasien sembuh dari infeksi virus corona di daerah itu bertambah 129 orang menjadi 5.308 orang per 28 November 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Sabtu, mengatakan pasien sembuh hari ini tercatat lebih banyak dari pasien positif baru.

"Rincian pasien sembuh hari ini Kendari 105 orang, Baubau 17 orang, Muna lima orang dan Bombana dua orang," kata Rabiul.

Baca juga: Seorang dokter usia 27 tahun meninggal akibat COVID-19 di Sultra

Sementara, penambahan kasus positif baru hari ini tercatat 70 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 6.436 orang.

"Kasus positif baru hari ini masing-masing emlat orang dari Muna Barat dan Konawe. Kemudian Muna lima orang, Konawe Selatan tiga orang, Kendari 31 orang, Buton Tengah satu orang, Kolaka 11 orang, Konawe Utara dua orang dan Baubau sembilan orang," tutur Rabiul.

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sultra menjadi 5.179 orang dari 6.366 kasus
Data kasus COVID-19 di Sultra per 28 November 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra). (ANTARA/Harianto)



Ia menyampaikan untuk data pasien meninggal juga ada penambahan satu orang, sehingga pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara sebanyak 103 orang.

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di Sultra bertambah lima jadi 102 orang

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra tambah 65 menjadi 4.834 orang


"Untuk pasien yang tengah menjalani isolasi dan karantina sebanyak 1.025 orang berkurang dari hari sebelumnya 1.085 orang," ujar Rabiul.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif.

"Penyebaran virus ini masih terjadi, kita tidak boleh lengah, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini," pungkas Wayong.

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di Sultra bertambah menjadi 94 orang