Kulon Progo (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam waktu 24 jam terakhir bertambah 18 kasus sehingga total kasus di wilayah ini mencapai 450 kasus.

"Perubahan situasi COVID-19 pada hari ini bertambah 18 positif COVID-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Sabtu.

Ia mengatakan 18 kasus baru, yakni KP-433 adalah laki-laki umur 20 tahun yang merupakan tenaga kesehatan luar Kulon Progo, KP-434 adalah laki-laki umur 54 tahun warga Temon memiliki riwayat kontak klaster Disdukcapil.

Baca juga: Ada tambahan 14, positif COVID-19 di Kulon Progo-DIY naik 432 kasus

KP-435 adalah perempuan warga Sentolo riwakat kontak dalam penelusuran, KP-436 adalah anak balita umur 1,5 warga Panjatan memiliki kontak KP-363, KP-437 adalah perempuan umur 22 tahun warga Wates merupakan pelaku perjalanan Pekalongan (Jawa Tengah).

Kemudian, KP-438 adalah perempuan umur 29 tahun warga Wates dengan status rapid diagnostik tes reaktif (RDT-R), KP-439 adalah laki-laki umur 51 tahun warga Wates berstatus RDT-R, KP-440 adalah perempuan umur 50 tahun warga Wates dengan status RDT-R.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo tutup tiga kantor layanan publik akibat COVID-19

KP-441 adalah laki-laki umur 26 tahun warga Wates dengan status RDT-R, KP-442 adalah laki-laki umur 54 tahun warga Wates merupakan pelaku perjalanan Pekalongan (Jawa Tengah), KP-443 adalah perempuan umur 58 tahun warga Pengasih memiliki riwayat kontak KP-412.

Kemudian, KP-444 adalah remaja perempuan umur 10 tahun warga Pengasih memiliki kontak KP-412, KP-445 adalah perempuan umur 50 tahun warga Galur yang kontak dalam penelusuran.

KP-446 adalah perempuan umur 23 tahun warga Galur yang kontak dalam penelusuran, KP-447 adalah laki-laki umur 75 tahun warga Pengasih yang kontak dalam penelusuran, KP-448 adalah perempuan umur 22 tahun warga Sentolo memiliki kontak KP-409.

Baca juga: Bertambah 21, positif COVID-19 di Kulon Progo-DIY naik 393 kasus

Selanjutnya, KP-449 adalah perempuan umur 42 tahun warga Kalibawang memiliki kontak kasus luar Kulon Progo, dan KP-450 adalah laki-laki umur 39 tahun warga Pengasih yang kontak dalam penelusuran.

"Pasien terkonfirmasi COVID-19 lebih memiliki isolasi mandiri dibandingkan diisolasi di rumah sakit. Masyarakat mulai memahami standar isolasi mandiri," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, jumlah total suspek sebanyak 2.236 dengan rincian 29 probable meninggal dunia, 450 konfirmasi, dan 1.757 discarded. Dari 450 konfirmasi rinciannya 32 isolasi rumah sakit, 167 isolasi mandiri, 241 sembuh dan 10 meninggal dunia.

Baca juga: Disdukcapil Kulon Progo direkomendasikan ditutup akibat COVID-19

Kemudian, sebaran pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di setiap kapanewo/kecamatan berdasarkan jumlah kasus tertinggi dan terendah, yakni Pengasih dan Wates masing-masing 76 kasus, Sentolo 67 kasus, Kokap 49 kasus, Lendah 36 kasus, Panjatan 35 kasus, Nanggulan 34 kasus, Temon 32 kasus, Galur 24 kasus, Kalibawang 11 kasus, Girimulyo enam kasus, dan Samigaluh empat kasus.

"Saat ini, kami masih melakukan penelusuran terhadap penyebaran COVID-19 dari Klaster Disdukcapil supaya kasusnya tidak menyebar," katanya.

Baning mengatakan hingga saat ini, jumlah sampelbtes usap yang belum diperiksa sebanyak 137, dan 195 sampel sudah diperiksa namun hasilnya belum keluar. "Kita berharap hasilnya negatif," katanya.

Baca juga: Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo bertambah empat kasus