Jakarta (ANTARA News) - Indosat melakukan modernisasi terhadap jaringan telekomunikasi dengan menggandeng vendor dari Swedia, Ericsson.

Untuk itu Presiden Direktur dan CEO Indosat, Harry Sasongko dan Ericsson Regional Head of South East Asia and Oceania, Arun Bansal, melakukan penandatanganan "Letter of Undertaking" yang disaksikan oleh Dubes Swedia untuk Indonesia, Ewa Polano, di Jakarta, Jumat.

Harry mengatakan, secara bertahap Indosat akan mengganti menara pemancar telekomunikasi (BTS) yang digunakan dengan teknologi seperti perangkat radio dengan kemampuan Multi Standard Radio (MSR).

"Kita akan lakukan bertahap, dengan fokus pada Jabotabek, karena 60 persen trafik ada di Jabotabek, kemudian menyusul di Jawa," katanya.

Indosat menginvestasikan, jumlah dana yang besar untuk modernisasi. "Kita investasi cukup besar, ratusan juta dolar karena ini merupakan investasi jangka panjang," katanya.

Sumber pendanaan untuk modernisasi jaringan ini berasal dari vendor financing, pinjaman dan dana perusahaan sendiri.

Harry mengatakan dengan teknologi MSR, memungkinkan satu kabinet Radio Base Station untuk memancarkan sinyal multi GSM, WCDMA, LTE).

Dengan teknologi MSR ini, Indosat siap mengadopsi evolusi teknologi dalam layanan telepon seluler dan dengan cepat dapat merealisasikan layanan LTE (long term evolution) dan 4G di masa mendatang.

Dia mengatakan dengan modernisasi jaringan maka akan menghemat biaya operasional karena dapat menghemat konsumsi listrik 50 persen dan menghemat ruang sampai 67 persen.

"Kami sangat bangga dapat menghadirkan akses internet tercepat DC-HSPA+ 42 Mbps per user sebagai pertama di Asia dan kedua di dunia," katanya.

Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya mengatakan, teknologi MSR ini akan mempermudah Indosat untuk memasang aplikasi-aplikasi baru bagi pelanggan.
(T.N006/F004/P003)