Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah segera menutup kembali sejumlah objek wisata yang telah dibuka dengan tatanan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya menekan penularan COVID-19.

"Tempat-tempat wisata kembali ditutup secara bertahap, apa pun bentuknya, baik milik pemerintah daerah maupun swasta," kata Bupati Banyumas Achmad Husein saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Pendopo Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Dia menjelaskan penutupan kembali objek wisata tersebut dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Banyumas yang cenderung meningkat dan tidak bisa dikendalikan.

Saat ditemui wartawan usai memimpin rapat, ia mengatakan pihaknya akan cek satu per satu objek wisata yang memungkinkan terjadinya kerumunan.

"Tidak langsung semuanya, tapi bertahap. Yang 'outdoor' (tempat terbuka, red.) mungkin yang terakhir (ditutup, red.)," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengaku sudah menyampaikan kepada bupati agar penutupannya dilakukan secara bertahap karena jika objek wisata yang tempatnya terbuka itu serempak ditutup, dampak ekonominya akan dirasakan oleh masyarakat.

"Secara bertahap. Nanti dilihat penerapan protokol kesehatannya," katanya didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani.

Baca juga: 10 objek wisata di Jateng terima bantuan Kemenparekraf

Dia mengatakan objek wisata yang dikelola Pemkab Banyumas melalui Dinporabudpar telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Kendati demikian, pihaknya akan mendiskusikannya kembali dengan Bupati Banyumas.

"Kalaupun ada penutupan, pasti secara bertahap, enggak langsung seluruhnya. Kalau seluruhnya, ekonomi lumpuh lagi," katanya.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani mengatakan hingga saat ini sudah ada 25 objek wisata yang dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai tatanan adaptasi kebiasaan baru.

"Di Banyumas ada sekitar 109 objek wisata, namun yang telah dibuka kembali dengan tatanan adaptasi kebiasaan baru sebanyak 25 objek wisata," katanya.

Baca juga: Balai TNGM tutup sementara objek wisata alam lereng Merapi
Baca juga: 408 orang reaktif dari hasil tes cepat di objek wisata Jabar