Jakarta (ANTARA) - Pep Guardiola yakin Tottenham Hotspur adalah pesaing gelar terbesar Liga Premier Inggris, tetapi pelatih Manchester City merasa ini mungkin perburuan gelar paling terbuka sejak kedatangannya di Inggris.

City menderita kekalahan 0-2 dari Tottenham pada Minggu (22/11), sebuah hasil yang membuat mereka duduk di urutan ke-11 dalam klasemen dan terpaut delapan poin di belakang pemimpin klasemen Spurs.

Dengan hanya mencetak 10 gol melalui delapan pertandingan liga, itu adalah catatan gol terburuk City sejak hanya mencetak enam gol dalam jumlah pertandingan yang sama pada 2006-07.

Baca juga: Tottenham bungkam Manchester City untuk menanjak ke puncak
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Tottenham sementara duduki puncak

Guardiola mengatakan bahwa Spurs asuhan Jose Mourinho pantas dianggap sebagai penantang gelar.

"Mereka berada di puncak klasemen. Jadi jelas mereka lebih bersaing dari siapa pun saat ini," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan yang dikutip Goal.

"Tentu saja, ada banyak poin untuk dimainkan, kami tertinggal delapan poin, kami memiliki satu pertandingan lebih sedikit, tetapi ada banyak tim di depan kami. Kami harus mulai memenangkan pertandingan, bila tidak itu akan terjadi, kami tahu itu. Kami harus mencoba memenangkan pertandingan, kami tahu itu."

"Dalam segi permainan, saya pikir kami tidak jauh, tetapi kami kesulitan untuk mencetak gol sekarang, dan ini bukan tugas untuk satu orang atau yang lainnya. Itu kenyataannya, 10 gol ... adalah tidak cukup baik."

Sejak tiba di City pada 2016, Guardiola telah membantu klub memenangkan dua gelar Liga Premier Inggris - dengan keunggulan 19 poin pada 2017-18 dan satu musim berikutnya.

Baca juga: Guardiola perpanjang kontrak dengan Manchester City hingga 2023

Dua gelar lainnya dimenangkan oleh Chelsea dengan jarak tujuh poin pada 2016-17 dan Liverpool dengan 18 poin pada musim lalu.

Guardiola berpikir ini bisa menjadi perburuan gelar paling terbuka sejak ia tiba di Inggris, dengan Spurs hanya unggul lima poin dari Aston Villa yang berada di urutan keenam.

"Yah, tahun pertama, saya ingat Chelsea ya, pada awalnya sangat ketat, tetapi pada akhirnya mereka memanfaatkan keunggulan. Musim kedua, dan ketiga, dan keempat, sangat jelas bagi City dua kali dan Liverpool sekali,” ujarnya.

Catatam 12 poin City dari delapan pertandingan adalah yang terendah di Liga Premier Inggris sejak 2008-09, ketika mereka mengumpulkan hanya 10 poin.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris malam ini, tiga tim berpeluang ke puncak

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020