Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani optimistis bahwa vaksinasi atau pemberian vaksin yang diperkirakan awal tahun 2021 akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4 sampai 5 persen secara menyeluruh.

"Vaksin mulai disuntikkan diperkirakan Januari 2021, dan terus secara bertahap. Hal ini membuat orang mulai berani belanja lagi, sehingga mendorong ekonomi," kata Rosan, ditemui usai pelantikan anggota Kadin Jatim, di Surabaya, Jumat.

Angka pertumbuhan hingga 5 persen, kata Rosan, merupakan sesuai perhitungan awal, dengan dimulainya pergerakan ekonomi akhir-akhir ini, meski di akhir 2020 ekonomi secara umum terkontraksi.

Ia mengatakan, vaksinasi juga akan membuat masyarakat optimistis mengenai adanya kepastian, sebab selama ini masyarakat meski mempunyai dana namun tidak ingin membelanjakan karena faktor ketidakpastian tersebut.

Rosan mengatakan, pergerakan ekonomi nasional secara perlahan-lahan sudah berjalan, hal itu terlihat dari adanya pembelian mobil dan motor yang mulai bergeliat.

"Kalau kita lihat memang pergerakan ekonomi sudah mulai berjalan, hal itu dilihat dari adanya pembelian masyarakat, seperti pembelian mobil dan motor," katanya.

Rosan memperkirakan, vaksin Sinovac sampai di Indonesia pada Desember 2020, kemudian harus melalui proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama tiga minggu.

"Jadi masyarakat mulai bisa divaksin pada awal tahun 2021," katanya.