Manado (ANTARA) - Pejabat Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Norma Regar mengatakan bahwa pekerja informal masih
mendominasi tenaga kerja di daerah tersebut hingga Agustus 2020.

"Pada Agustus 2020, penduduk yang bekerja di kegiatan informal sebanyak 686.140 orang atau sebesar 60,46 persen dari yang bekerja ada 1,13 juta orang," katanya di Manado, Selasa.

Sedangkan yang bekerja di kegiatan formal, kata dia, sebanyak 448,66 ribu orang atau sebesar 39,54 persen.

Ia menjelaskan bahwa penduduk yang bekerja di kegiatan informal pada Agustus 2020 mengalami peningkatan sebesar 5,65 persen poin
dibandingkan dengan Agustus 2019.

Penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencakup mereka yang berusaha dengan dibantu buruh tetap dan buruh/karyawan/pegawai, sedangkan sisanya dikategorikan sebagai kegiatan informal (berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tidak dibayar).

Ia menjelaskan penduduk bekerja sebagai buruh/karyawan/ pegawai pada Agustus 2020 masih mendominasi komposisi tenaga kerja di Sulawesi Utara yaitu sebesar 36,18 persen.

Walaupun demikian, katanya, mengalami penurunan tertinggi yaitu sebesar 5,29 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2019.

Sedangkan status pekerjaan utama yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu pekerja keluarga/tak dibayar meningkat 4,06 persen poin, dan berusaha dibantu buruh tidak tetap yang meningkat sebesar 2,30 persen poin.

Jumlah angkatan kerja Sulawesi Utara pada Agustus 2020 tercatat sebanyak 1,23 juta orang dan yang bekerja ada 1,13 juta orang, demikian Norma Regar.

Baca juga: BPS Sulut: Penduduk bekerja didominasi lulusan SD

Baca juga: Bappenas dorong Pemprov Sulut beri jaminan sosial pekerja informal

Baca juga: Disnakertrans Sulut optimistis job fair serap 2.354 tenaga kerja

Baca juga: Program "Tumou Tou", inovasi Pemkot Manado lindungi pekerja rentan