Jakarta (ANTARA) - Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, dr. Gia Pratama Putra, mengatakan rumus untuk mencegah risiko infeksi COVID-19 adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan jumlah virus.

"Rumusnya adalah RI atau risiko infeksi sama dengan JV atau jumlah virus dibagi IT atau imunitas tubuh," kata Gia dalam Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru secara virtual, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa untuk mengurangi risiko infeksi meningkatkan daya tahan tubuh memiliki peran yang sangat penting.

Untuk dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dia juga menyebutkan rumus yang terdiri dari tiga poin. Poin pertama adalah perlunya nutrisi, vitamin dan mineral yang komplit. Konsumsi sayur dan buah-buahan termasuk di dalam pemenuhan nutrisi tersebut.

Baca juga: Psikolog sarankan 3K untuk bantu lawan COVID-19

Baca juga: Udara bersih, pandemi dan transportasi terintegrasi


Berikutnya adalah dengan istirahat yang cukup. Ia mengatakan istirahat yang berkualitas dapat dilakukan dengan tidur selama 6-7 jam dalam sehari, dengan waktu tidur lebih baik dimulai sebelum pukul 23.00 WIB dan bangun tidur sebelum pukul 05.00 WIB.

"Jadi jangan begadang karena dapat menurunkan daya tahan tubuh. Penelitian terbaru (menyebutkan) manusia itu paling bagus tidurnya 6-7 jam. Tidurnya di awal sebelum jam 11 (pukul 23.00 WIB) dan bangun sebelum jam 5 (pukul 05.00 WIB). Itu yang paling baik," katanya.

Kemudian poin terakhir yang menurut dia dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan sering berolahraga. Olahraga yang paling baik adalah olahraga yang dilakukan pada pagi hari sehingga bisa terpapar matahari di pagi hari yang menyehatkan.

Sementara itu, rumus berikutnya dari upaya untuk mengurasi risiko infeksi adalah dengan menurunkan jumlah virus. Menurunkan jumlah virus dapat dilakukan dengan menghindari kemungkinan terpapar virus tersebut, yaitu dengan menerapkan protokol 3M.

Protokol 3M adalah dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.*

Baca juga: Dokter: Hati bahagia jadi imunitas yang kuat lawan COVID-19

Baca juga: Dirjen Dikti apresiasi hasil riset dosen Unesa bantu pasien COVID-19