Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan pencairan dana kredit usaha rakyat (KUR) sektor kelautan dan perikanan hingga Oktober 2020 mencapai Rp4,03 triliun atau melebihi target yang ditetapkan yaitu Rp3 triliun.

"KKP optimistis angka realisasi KUR dapat terus meningkat hingga mencapai Rp4,5 triliun pada akhir Desember 2020," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Menteri Edhy ingin pemda optimalkan program KUR-permodalan KKP

Ia memaparkan capaian pada 2020 ini meningkat sebesar 13,8 persen dari realisasi KUR pada periode yang sama pada 2019, yaitu sebesar Rp3,54 triliun.

Meski sempat mengalami perlambatan pada triwulan kedua 2020, lanjutnya, namun memasuki triwulan ketiga 2020, realisasi KUR meningkat signifikan dari Rp2,04 triliun pada Juli 2020 menjadi Rp3,52 triliun pada September 2020.

Artati menyampaikan KUR tersebut disalurkan kepada 130.278 pelaku usaha yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan dengan sebaran antara lain sebanyak 33,4 persen pengolah dan pemasar, serta 31,9 persen pembudi daya.

Kemudian, sebaran lainnya adalah 26,5 persen nelayan, 8,06 persen jasa kelautan, dan 0,15 persen petambak garam.

Ia juga mengemukakan bahwa KKP menetapkan pertumbuhan debitur KUR sektor kelautan dan perikanan sebesar 5 persen pada 2020.

Jika dibandingkan dengan jumlah debitur pada Desember 2019, lanjutnya, maka target pertumbuhan debitur ini telah terlampaui hingga 6,5 persen.

"Capaian KUR ini tentu juga tidak terlepas dari sinergi antara KKP dengan perbankan penyalur KUR (Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri) yang tergabung dalam Pokja Kredit Program Sektor KP," katanya.

Baca juga: Selama pandemi, KKP salurkan pinjaman Rp180 miliar kepada UMKM
Baca juga: KKP dorong percepatan penyaluran modal KUR sektor perikanan