Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) sedang menyiapkan platform market insight bagi pelaku UMKM, khususnya yang berorientasi ekspor.

"Sebetulnya kita sedang menyiapkan satu platform dashboard market insight bagi pelaku UMKM, baik itu UMKM di bidang business to consumer (B2C) maupun business to business (B2B) khususnya ekspor," ujar Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Menurut Fiki, market insight ini penting agar para pelaku UMKM memiliki pemahaman terlebih dahulu mengenai tren pasar dan sebagainya. Hal ini penting karena UMKM memiliki tantangan dalam hal keterbatasan dana riset.

"Kemudian terkait dengan sertifikasi, kita juga ingin membantu proses-proses jaminan mutu atau quality control dari produk-produk UMKM agar bisa masuk ke global value chain," katanya.

Baca juga: Kemenkop UKM paparkan empat strategi pengembangan digitalisasi UMKM

Lalu kemudahan perizinan sehingga SMESCO selain diposisikan sebagai center of excellence UMKM Indonesia, juga menjadi trading house.

Kemenkop UKM juga bekerja sama dengan para agregator. Jadi harapannya, kata dia, UMKM ini tidak langsung ekspor namun terdapat moderator dalam hal ini agregator yang melakukan deal bisnis dan sebagainya. Agregator ini yang mengonsolidasikan lagi UMKM dengan standar-standar yang dipersyaratkan.

"Untuk tahap pertama prioritasnya adalah itu," katanya.

Stafsus Menkop UKM itu mengatakan bahwa pihaknya ingin menemukan agregator yang memang masuk di sektor unggulan UMKM seperti pasarnya sedang tumbuh, bahan baku dan pelakunya siap, serta proses produksinya relatif lebih siap, dan pemerintah lebih mudah untuk melakukan intervensi.

Baca juga: Erick Thohir targetkan 10 produk UMKM masuk jaringan "duty free" dunia

Baca juga: Dukung UMKM, Erick gandeng Dufry pasarkan produk Indonesia