Palu (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengajak seluruh pihak bergandengan tangan mengatasi penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ia menyatakan saat ini cara paling efektif memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 yaitu mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

"Hanya mematuhi protokol kesehatan yang saat ini bisa membantu kita tercegah dari paparan COVID-19. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas seluruh komponen bangsa karena kalau sudah terpapar risikonya menjadi lebih besar kepada yang tidak terpapar," katanya saat memimpin rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Selasa.

Dihadiri Wakil Gubernur Sulteng Rusli Baco Dg Palabbi dan stakeholder terkait ia meminta Pemerintah Provinsi Sulteng untuk menggencarkan sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: BNPB: Angka kematian COVID-19 di Sulteng masih cukup tinggi

Baca juga: BNPB: Sulteng harus lebih cepat periksa sampel usap COVID-19


"Mohon Pemerintah Provinsi Sulteng hendaknya menggandeng tokoh-tokoh informal di Sulteng dalam melakukan ajakan dan sosialisasi mematuhi protokol COVID- 19 yakni 3M," ujarnya.

Doni yakin jika seluruh lapisan masyarakat mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 maka kasusnya di provinsi itu akan berkurang.

"Ini harus menjadi perhatian masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulteng," ujarnya.

Juru bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming menyatakan hingga Senin (9/11) malam, COVID-19 telah menginfeksi 1.047 orang, sebanyak 769 orang dinyatakan telah sembuh dan 42 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Sementara itu 236 orang masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat. Sementara itu 127 sampel usap COVID-19 dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," katanya.*

Baca juga: COVID-19 telah menginfeksi lebih 1.000 orang di Sulawesi Tengah

Baca juga: Pasien COVID-19 di Sulteng bertambah 25 orang dan 11 orang sembuh