Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Tingkat keterisian atau okupansi dua tempat isolasi mandiri terpusat pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencapai 61 persen dari total kapasitas tempat tidur yang tersedia.

"Penghuni dua tempat isolasi terpusat kami terus menurun. Per hari berjumlah 61 orang dari total kapasitas 100 bed (tempat tidur) yang tersedia," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Senin.

Alamsyah menjelaskan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang di Jalan Raya Lemahabang Nomor 1, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara saat ini terisi 15 pasien COVID-19 dari total 43 kamar tidur yang tersedia.

Baca juga: Kota-Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang zona merah COVID-19

"Di Bapelkes ada 15 orang, kontak erat satu kasus, konfirmasi 14 orang. Sisa kamarnya masih 28 tempat tidur," katanya.

Sedangkan Wisma President University Jababeka di Jalan Ki Hajar Dewantara, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara diisi 46 orang dari total 57 tempat tidur yang tersedia.

Dari 46 pasien COVID-19 di Wisma President University, 43 orang di antaranya merupakan kasus terkonfirmasi positif sementara tiga orang sisanya merupakan kasus suspek.

Baca juga: Kabupaten Bekasi tak jadi gunakan hotel untuk isolasi pasien COVID-19

"Di wisma ini masih tersisa 11 tempat tidur dari total 57 tempat tidur yang disediakan. Enam bed untuk pasien konfirmasi dan lima bed untuk pasien kontak erat," ungkapnya.

Menurut dia, tren okupansi saat ini terus menurun jika dibandingkan tingkat keterisian sebulan lalu yang bahkan sudah melebihi kapasitas tempat isolasi mandiri terpusat di wilayahnya.

"Saat itu kami putuskan untuk menyewa dua hotel berbintang tiga di Cikarang sesuai petunjuk BNPB akibat lonjakan drastis kasus di klaster industri namun alhamdulillah kami tidak jadi menggunakan fasilitas itu seiring melandainya kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi," ucapnya.

Baca juga: Dua petugas medis di Bekasi meninggal karena COVID-19

Alamsyah mengaku terus melakukan pelacakan, penelusuran, penapisan, hingga kuratif guna menekan angka penyebaran COVID-19 dengan harapan tren kasus semakin melandai hingga selesai.

"Angka kasus ini kan bersifat fluktuatif ya, sekarang landai belum tentu seterusnya. Butuh peran semua warga untuk mencegah penyebaran virus corona. Terus disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta wajib iman, wajib aman, dan wajib imun," kata dia.

Baca juga: Kota Bekasi perpanjang adaptasi tatanan hidup baru hingga 2 Desember

Hingga Senin (9/11) pukul 15.00 WIB kasus positif aktif di Kabupaten Bekasi menyisakan 174 kasus dengan rincian 103 orang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan 71 orang lainnya melakukan isolasi mandiri secara terpusat.

Secara akumulasi selama masa pandemi COVID-19, angka kasus positif di wilayah ini mencapai 4.821 kasus. Dari angka itu 4.570 orang atau 95 persen di antaranya sudah dinyatakan sembuh sedangkan 77 orang meninggal dunia akibat COVID-19.

Baca juga: 94 persen pasien COVID-19 di Kabupaten Bekasi sudah sembuh