Surabay (ANTARA News) - Usia demokrasi di Bumi Pertiwi masihlah muda, namun kecepatannya sudah "melebihi suara" sehingga hal yang dahulu tabu dan mustahil pun kini menjadi mungkin terjadi, seperti artis mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

Beberapa berhasil, sebut saja Dede Yusuf yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat atau Rano Karno yang kini Wakil Bupati Tangerang. Namun, banyak juga yang tidak, seperti Helmy Yahya yang gagal menjadi Wakil Gubernur Sumatera Selatan atau Marisa Haque yang disisihkan Atut Chosiyah dan pasangannya dalam Pemilihan Gubernur Banten.

Tahun ini, 18 kota dan kabupaten di Jawa Timur menyelenggarakan Pilkada, dan beberapa daerah diantaranya latah menarik artis mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah.

Peragawati era 80 dan 90-an, Ratih Sanggarwati, maju menjadi calon bupati di tanah kelahirannya, Ngawi. Ratih yang sudah berkiprah lama di dunia politik bersama PPP, maju berkendaraankan PPP yang berkoalisi dengan PKB.

Penyanyi senior Emilia Contesa yang juga menerjuni politik bersama PPP juga berencana mengikuti pertarungan menjadi orang nomor satu di daerah kelahirannya, Kabupaten Banyuwangi.

Begitu pula "Si Goyang Ngebor" Inul Daratista yang asli Japanan, Kabupaten Pasuruan. Dia digadang-gadangkan PKB menjadi Wakil Bupati Malang.

Namun, yang membuat banyak kalangan meradang, khususnya ulama dan parpol Islam, adalah pencalonan artis seksi Julia Perez menjadi Calon Wakil Bupati Pacitan, tempat kelahiran atau kampung halaman Susilo Bambang Yudhoyono yang kini Presiden Republik Indonesia.

Kabupaten Pacitan adalah yang paling akhir menyelenggarakan Pilkada di Jawa Timur, yaitu 22 Desember 2010.

Penjaringan calon bupati dan wakil bupati Pacitan sendiri akan berakhir Juni 2010.

Untuk sementara, tiga nama menjadi bakal calon bupati telah mendaftarkan diri melalui koalisi Amanat Persatuan Rakyat (Ampera) yang beranggotakan delapan partai; Partai Hanura, PAN, Gerindra, PBB, Partai Patriot, PDP, PKPB, dan PKPI.

Ketiganya adalah Lurah Bangunsari Sudarno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikananan Kabupaten Pacitan Indartarto, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pacitan Suyantoro.

Julia Perez sendiri, model iklan kondom yang karib disapa Jupe, dijagokan koalisi Ampera menjadi calon bupati.

"Masuknya nama Julia Perez serta Cici Paramida ini kami sampaikan berdasar hasil penjaringan sementara. Tidak menutup kemungkinan nanti akan muncul nama-nama artis lain," kata Sutikno, koordinator Ampera.

Cici belakangan mundur. Sebenarnya masih dua artis bersaudara, Ayu Azhari dan Sarah Azhari, juga ikut mencalonkan diri, namun keduanya mengundurkan diri.

"Sarah nggak enak karena bersaing dengan kakaknya," kata Sutikno yang juga Ketua DPC Hanura Kabupaten Pacitan.

Sedangkan Ayu mundur karena trauma dengan kegagalannya pada prapilkada Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Sutikno mengungkapkan, penjaringan di Jakarta hanya untuk posisi calon wakil bupati, sedangkan untuk calon bupati, pengurus tingkat Kabupaten Pacitan sendiri yang mengurusinya.

Ditentang

Jupe dipandang magnet oleh mereka yang berhasrat mengandengnya, seperti sepupu Presiden Yudhoyono, Nurcahyono, yang menyatakan tetap maju bersama Jupe, kendati belum mendapatkan restu keluarga.

"Saya akan menghadap Bapak Presiden jika pencalonan saya melalui Koalisi Ampera sudah positif. Saat ini prosesnya masih sebatas penjaringan," tegasnya.

Ia menilai penolakan sebagian anggota keluarganya adalah salah paham belaka. Demikian pula dengan pandangan orang terhadap calon pasangannya yang artis "panas" itu.

"Keluarga kami mengutamakan demokrasi. Jadi, kami diberi kebebasan untuk menentukan hak masing-masing. Yang penting tujuannya baik, yakni untuk membangun bangsa dan negara ini, khususnya di Kabupaten Pacitan," kata Nurcahyono berdalih.

Nurcahyono membantah telah mencatut nama Presiden Yudhoyono, dia justru menuduh medialah yang mengembel-embelinya dengan "SBY".

Meski begitu mantan Kepala Desa Pagotan, Kecamatan Arjosari itu, mengakui bahwa menjadi anggota keluarga Presiden adalah faktor terkuatnya.

"Saya merupakan putra kelima dari delapan bersaudara. Ibu saya, Siti Ngaini, merupakan adik kandung dari ayahanda Presiden SBY, Letnan Satu (Purn) TNI Soekotjo," paparnya.

Tetapi, Sudjono, salah seorang paman Presiden menilai Nurcahyono sudah melanggar etika keluarga.

Dia memang tak memasalahkan Nurcahyono maju dalam Pilkada, tapi Sudjono hanya mengingatkan Nurcahyono agar tidak menyalahgunakan kebebasan menentukan sikap politik yang berlaku dalam keluarga mereka.

"Tidak perlu membawa-bawa nama SBY. Kami atas nama keluarga sangat keberatan, apalagi saudara Nurcahyono tidak pernah rembukan dulu dengan keluarga," tegasnya.

Tidak hanya dari keluarga SBY, Ampera juga akhirnya ditentang sendiri anggota koalisinya, yaitu PAN dan PBB yang membatalkan koalisi jika Jupe tetap dicalonkan.

"Jika memang benar PAN mau keluar, bagi kami tidak masalah. Karena (tanpa parpol berbasis islam itu) suara koalisi masih cukup, yakni 46 ribu, sedangkan yang dibutuhkan hanya 44 ribu suara," kata Sutikno.

Tanggapannya itu juga berlaku untuk DPC PBB Kabupaten Pacitan.

Sutikno beralasan, masuknya Jupe masih sebatas penjaringan. Dia justru mengkritik komitmen politik kedua partai itu karena dianggap telah mendiskriminasi hak politik Jupe.

"Setiap warga negara Indonesia berhak untuk memilih dan dipilih menjadi bupati atau wakil bupati," tegasnya.

Sutikno menandaskan, Koalisi Ampera tak akan mengubah sikap. Julia Perez tetap kandidat utama koalisinya untuk calon wakil bupati Pacitan pada pilkada Desember nanti.

Menanggapi komentar miring terhadap Jupe yang selalu berdandan seksi, Sutikno menilai penampilan luar tak bisa mejamin seseorang mempunyai kepribadian yang bagus pula.

"Banyak yang profesor, dokter, insinyur tapi nyatanya tidak ada perkembangan yang signifikan. Sekarang ini kan masih proses penjaringan, dan kita terbuka bagi siapa saja yang ingin mencalonkan," kilahnya.

Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto sendiri tidak mempersoalkan artis seperti Julia Perez maju mengikuti Pilkada.

"Soal disetujui atau tidak itu tergantung rakyat," kata Wiranto saat membuka Musda I DPD Partai Hanura Jatim di Surabaya.

Wiranto mengungapkan Musda belum membicarakan majunya Jupe menjadi calon wakil bupati Pacitan. "Itu belum dibicarakan, tapi sudah `booming` di mana-mana," ujarnya mengukir senyum.

Optimistis

Ketua DPC PAN Pacitan Hadi Susilo menyatakan partainya belum resmi mengundurkan diri dari Koalisi Ampera, namun PAN tegas menolak rencana koalisi mencalonkan Jupe.

"Kami akan mengambil keputusan setelah melakukan evaluasi di tingkat internal dan koordinasi dengan DPW dan DPP PAN," katanya.

Pencabutan dukungan juga kemudian disampaikan PBB Jumat sore lalu (2/4) melalui pernyataan remsi Ketua DPW PAN Jatim Sudarno Hadi kepada wartawan.

Jika PAN dan PBB keluar dari koalisi, maka tinggal enam partai yang bertahan di koalisi. Keenamnya adalah anggota fraksi partai-partai kecil di DPRD Kabupaten Pacitan periode 2009-2014.

Suara pemilih delapan parpol yang berkoalisi semula 46 ribu --terdiri dari 14.400 suara Partai Hanura, 10 ribu PAN, 7.000 PKPB, 7.000 PDP, Patriot 6.000, Gerindra 5.000, PBB 1.500 dan PKPI 500 suara.

Jika PAN dan PBB menarik diri, maka sisa suara koalisi menjadi 45.000.

Sang pemeran utama sendiri, Julia Perez, yang belum pernah ke kabupaten di barat daya Surabaya di pinggir Samudera Hindia itu dan hanya mengetahuinya dari internet, optimistis masyarakat Pacitan menerimanya.

"Pro kontra itu sudah biasa, saya akan memberikan penjelasan kepada mereka yang belum bisa menerima saya," kata Jupe saat Musda I DPD Partai Hanura Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (3/4).

Jupe berjanji akan mendatangi langsung warga Pacitan, termasuk untuk mengetahui apa yang dikehendaki mereka.

"Kira-kira apa yang bisa diubah. Perekonomian masyarakat Pacitan kan dibawah standar. Untuk itu, Pacitan ke depan harus bisa lebih baik dari sekarang, baik secara ekonomi maupun pariwisatanya," tuturnya.

Jupe mengaku maju ke Pilkada Pacitan tidak dengan memanfaatkan sensasinya, namun benar-benar ingin mengabdi kepada bangsa, terutama rakyat Pacitan.

"Selama saya terjun di dunia `entertainment`, saya tidak pernah provokatif dan mencari sensasi. Di dunia partai politik, saya tidak membutuhkan sensasi. Saya ingin pengabdian kepada bangsa khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pacitan," katanya berjanji.

Belakangan, pencalonannya menuai protes warga Pacitan, khususnya nelayan. Pengurus Paguyuban Nelayan Tradisional Tamperan Pacitan menyebut pencalonan Jupe tidak pas.

Selain dianggap tidak berpengalaman di birokrasi dan dunia politik, karakter Julia dinilai tidak pas dengan karakter warga Pacitan yang religius.

Jupe selama ini identik dengan keseronokan karena vulgar mempertontontan lekuk tubuhnya, apalagi Jupe pernah menjadi model iklan kondom dan obat pria dewasa.

"Waduh, kalau Jupe benar-benar bisa jadi dan terpilih sebagai Wabup Pacitan, gimana rakyatnya menerima saat dialog atau berkeluh kesah. Apa kata dunia!," celetuk seorang jurnalis menirukan "tagline" iklan Ditjen Pajak di televisi. (*)

C004/AR09