Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah secara resmi menjabat Chair of Asean Labour Minister Meeting (ALMM) atau Ketua Menteri Ketenagakerjaan se-ASEAN untuk masa jabatan periode 2020 hingga 2022 menggantikan posisi sebelumnya yang ditempati oleh perwakilan Malaysia.

"Buk Menteri tadi sudah mulai memimpin sebagai ketua," kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Indah Anggoro Putri di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kemendes dan Kemnaker salurkan bantuan padat karya produktif di Tuban

Dengan terpilihnya Ida Fauziyah sebagai Ketua Menteri Ketenagakerjaan se-ASEAN tersebut Indonesia mengusung tema promoting ASEAN workers for competitivess, resilience, and agility on the future of work yang menjadi fokus selama dua tahun ke depan.

Menurutnya, tema yang diusung tersebut selaras dengan kondisi saat ini dimana negara-negara berjuang dalam pemulihan dan memperjuangkan daya saing ketenagakerjaan ASEAN.

Baca juga: Kemnaker mulai bahas rumusan RPP turunan UU Cipta Kerja

"Kita harapkan Indonesia sukses menjadi Ketua ASEAN ini hingga 2022 dengan inisiatif-inisiatif yang mendukung tematik tadi," ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker RI Anwar Sanusi mengatakan dengan tema yang diusung tersebut terdapat tiga kata kunci yakni daya saing, ketabahan atau keuletan dan kelincahan.

Baca juga: Kemnaker-UIN Malang jalin kerja sama peningkatan SDM

Tiga aspek tersebut, ujar dia, akan disesuaikan dengan pekerjaan-pekerjaan yang akan datang. Sebab, hampir semua bidang pekerjaan masa depan mengarah pada industri 4.0.

Ia mengatakan dengan terpilihnya Menaker sebagai Chair of ALMM untuk masa jabatan dua tahun ke depan akan memberikan sejumlah keuntungan bagi Indonesia terutama dalam memanfaatkan kesempatan berbagi informasi dan pengetahuan serta menyampaikan beberapa hal terutama terkait isu-isu ketenagakerjaan.

"Misalnya bagaimana kita mandorong kesehatan dan keselamatan kerja, pekerja migran dan lain sebagainya," kata dia.