Kupang (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo meminta agar pihak kepolisian di Manggarai Barat mengubah citranya sebagai polisi pariwisata menyambut Labuan Bajo sebagai kawasan super premium.


"Labuan Bajo sekarang sudah terbuka untuk semua orang. Tidak hanya pemdanya yang mulai berpikir mengembangkan kawasan pariwisata, tetapi pihak kepolisian di daerah ini juga sudah mulai mengubah citranya sebagai polisi pariwisata," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis.

Menurut dia polisi juga harus menjaga agar Kota Labuan Bajo itu aman dari kunjungan wisatawan, dan juga menertibkan berbagai hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum.

Kenyamanan juga ujar dia harus ditingkatkan, begitu juga pelayanan bagi masyarakat juga harus ditingkatkan sehingga wisatawan yang berkunjung ke sini juga tak merasa dipersulit.

"Jadi kalau ada yang buat SIM harus cepat pelayanannya. Kalau ada yang perpanjang SIM harus juga cepat selesainya dan tidak berbelit-belit. Itulah citra polisi yang harus diubah di daerah ini," ujar dia.

Baca juga: Presiden ingin Labuan Bajo benar-benar jadi kawasan wisata premium

Baca juga: DPR RI: Labuan Bajo harus terintegrasi dengan wisata lain di Flores
Menanggapi hal itu Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan dan warga di daerah itu pihaknya sudah mulai menerapkan konsep "smart tourism" dengan program "Electronic Securing Integrated System (ESIS).

"Program ini dalam rangka menyambut Labuan Bajo sebagai kawasan wisata super premium. Dan saat ini sudah mencapai 80 persen, dan diperkirakan pada 2021 nanti sudah bisa diterapkan," tutur dia.

Kapolres Manggarai Barat itu menambahkan bahwa dengan adanya "ESIS" itu, pihaknya akan melaksanakan pengamanan di wilayah itu berbasis teknologi informasi yang mana seluruh ruas jalan di wilayah itu akan terpantau dengan "Closed-Circuit Television" (CCTV).

"Ada 2.000 titik CCTV yang akan kita pasang dan akan terkoneksi dengan Polres dan ini akan memudahkan kami pihak kepolisian dalam memonitor setiap kejahatan yang terjadi di daerah ini," ujar dia.

Bambang yang pernah menjabat sebagai Kapolres Rote itu menambahkan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan Badan otorita pariwisata Labuan Bajo FLores (BOPLBF) dan pihak swasta untuk menjalankan program itu.

Baca juga: Labuan Bajo dipersiapkan jadi kiblat ekonomi kreatif Indonesia Timur

Baca juga: Puluhan pelajar di Ende-NTT diajarkan BOPLBF cara olah limbah sampah