Bogor (ANTARA) - Pasien kasus positif COVID-19 di Kota Bogor, Jawa Barat yang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi sampai Rabu hari ini, sebanyak 1.494 kasus atau 81,86 persen dari seluruh kasus positif COVID-19 di Kota Bogor yakni 1.825 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno melalui data harian penanganan COVID-19 di Kota Bogor, Rabu, menyebutkan kasus positif COVID-19 yang sembuh atau selesai isolasi mencapai 1.494 kasus, setelah ada tambahan 36 kasus yang dinyatakan sembuh pada hari ini.

Sedangkan, kasus positif COVID-19 secara keseluruhan sampai Rabu hari ini ada sebanyak 1.825 kasus. Jumlah tersebut, setelah adanya tambahan sebanyak 22 kasus positif yang baru terkonfirmasi pada hari ini.

Retno menjelaskan, dari sebanyak 1.740 kasus positif COVID-19 sampai hari ini, komposisinya adalah 1.494 kasus positif telah dinyatakan sembuh atau selesai isolasi, 62 kasus meninggal dunia, sehingga kasus positif yang masih sakit sebanyak 328 kasus.
Baca juga: Kasus positif COVID-19 sembuh di Kota Bogor capai 1.458


Kasus positif COVID-19 ini, kata dia, ada empat kategori, yakni kasus positif dengan gejala sedang hingga berat dirawat di rumah sakit, sedangkan kasus positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG) dirawat di tempat isolasi khusus di tempat yang telah disediakan atau menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurut dia, kasus positif dengan gejala sedang hingga berat dirawat di rumah sakit di Kota Bogor, terutama pada delapan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien kasus positif COVID-19.

Sedangkan, pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan OTG dirawat di tempat isolasi khusus, yakni di Gedung PPSDM BNN di Lido, Kabupaten Bogor atau menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurut Retno, pasien kasus positif yang dirawat di rumah sakit, saat ini menempati sekitar 53 persen dari ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit.

Sedangkan, pasien dengan gejala ringan dan OTG yang diisolasi di Gedung PPSDM BNN di Lido, Kabupaten Bogor saat ini ada 33 pasien dari 122 tempat tidur yang tersedia.
Baca juga: Bogor: Penyuntikan vaksin COVID-19 perlu prioritas karena terbatas