Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak delapan aksi unjuk rasa akan digelar di berbagai tempat di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, Kamis, sehingga para pengguna diimbau bisa mengambil jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Menurut Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Kamis pagi, berbagai aksi itu diagendakan berlangsung dari sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Aksi pertama dijadwalkan terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jaksel, pada pukul 09.00 WIB.
Para peserta aksi direncanakan juga akan melanjutkan aksinya dari depan PN Jaksel menuju ke kantor Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel.
Masih pada jam yang sama, satu kelompok massa berencana menggelar aksi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Sementara itu, Balaikota DKI Jakarta yang juga terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan akan disambangi oleh dua kelompok pendemo, yang masing-masing pada pukul 10.00 dan 11.30 WIB.
Sedangkan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, diagendakan menjadi lokasi tiga unjuk rasa yakni pada pukul 10.30, 11.00, dan 13.00 WIB.
Terakhir, aksi akan dilakukan di depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pukul 16.00 -17.00 WIB.
TMC juga menginformasikan tentang pertandingan sepakbola Liga Super Indonesia antara kesebelasan Persija melawan Persib di Stadion Gelora Bung Karno, pada sekitar pukul 13.00 - 18.00 WIB.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (24/3), mengatakan berdasarkan prosedur tetap (protap), maka Polda Metro Jaya beserta jajarannya menurunkan 1.200 personil untuk pengamanan di dalam Stadion Gelora Bung Karno.
Sedangkan jumlah polisi lalu lintas yang rutin bertugas di jalan raya mencapai 900 orang dan ditambah anggota yang mengamankan di luar stadion.(M040/A038)
Delapan Unjuk Rasa di Jakarta Pusat dan Selatan
25 Maret 2010 08:23 WIB
ilustrasi (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010
Tags: