Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera, keduanya anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mengecek sejumlah fasilitas migas di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, sebagai respons adanya laporan ceceran minyak mentah yang muncul di perairan Pulau Pramuka.

Corporate Secretary PHE Whisnu Bahriansyah menyampaikan setelah mendapatkan informasi, PHE langsung melakukan pantauan udara untuk mengecek kondisi perairan Kepulauan Seribu.

"Dari pantauan udara per 14 Oktober 2020, tampak sejumlah titik oil spill di sekitar Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka. Titik oil spill juga ditemukan pada jalur pipeline fasilitas Zulu-Papa milik PHE ONWJ," jelas Wishnu dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Pertamina bersihkan ceceran minyak mentah di Pulau Pari

Whisnu menambahkan meski belum diketahui asal sumber ceceran minyak, namun Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bergerak cepat mengirimkan sejumlah kapal untuk mendekat ke beberapa titik tumpahan, untuk melakukan upaya pembersihan menggunakan fishcone sehingga tumpahan minyak tidak mendekat ke arah pulau.

"Kami secara proaktif berkoordinasi dengan stakeholders terkait, dalam hal ini adalah masyarakat pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, KSOP Kepulauan Seribu, Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu," kata Whisnu.

Secara paralel, menurut Wishnu, PHE ONWJ juga telah mematikan aliran produksi dari fasilitas Zulu sejak pukul 17.00 WIB untuk sementara waktu, sambil melihat kondisi perairan Jumat besok pagi.

Sementara itu, Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) juga aktif melakukan pengecekan fasilitas di central business unit (CBU) dan sekitar Zelda Platform untuk memastikan apakah ada kebocoran pipa atau tidak.

Tim PHE berkoordinasi dengan stakeholder untuk melakukan pembersihan serta mendukung peralatan yang dibutuhkan dan pengangkutan limbah untuk dikelola lebih lanjut.

Whisnu menegaskan bila memang hasil laboratorium menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian, maka Pertamina Hulu Energi tentunya peduli dan bertanggung jawab atas dampak yang dialami masyarakat serta lingkungan dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: PT Migas Hulu Jabar ONWJ salurkan bantuan di Kepulauan Seribu
Baca juga: Pertamina bayar kompensasi tumpahan minyak di Kepulauan Seribu