Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan pihaknya ditugaskan untuk mengembangkan koperasi pangan dalam rangka menyerap produk-produk petani, nelayan dan peternak.

"Kami sekarang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan koperasi pangan. Kebetulan di masa pandemi COVID ini banyak produk pangan hasil petani, nelayan, dan peternak tidak bisa diserap sepenuhnya oleh pasar," ujar Teten dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Menurut Menkop UKM, dalam praktiknya sering melihat lembaga perbankan masih kecil porsinya untuk memberikan pinjaman bagi sektor produksi, terutama di sektor pangan misalnya seperti petani, nelayan, peternak karena memang berisiko tinggi.

"Kami lagi mencoba bagaimana di sektor yang berisiko tinggi tadi mencari solusi lewat penguatan koperasi. Koperasi yang saat ini kita perkuat pembiayaannya supaya koperasi bisa membeli produk dari petani, nelayan dan peternak secara tunai. Lalu koperasi yang berhubungan dengan pasar," katanya.

Dengan demikian, lanjut Menkop UKM, melalui model seperti itu maka mungkin perbankan jika terdapat offtaker atau pembeli yang sudah pasti, produk petani, nelayan, dan peternak sudah pasti ada yang membeli maka pembiayaan akan mudah masuk.

Contohnya di Jawa Tengah di mana lembaga Jamkrida yang sudah mau memberikan jaminan pembiayaan kepada koperasi yang mau dijadikan oleh Kemenkop UKM sebagai penghela atau pendorong UMKM di sektor produksi.

"Pendorong di usaha-usaha kecil perorangan ini ternyata menjadi penting untuk juga menghubungkan dengan offtaker sekaligus untuk memberikan kemudahan pembiayaan untuk masuk, karena faktor risiko tingginya dipikul oleh koperasi," ujar Teten Masduki.

Dengan demikian transformasi itu menjadi sangat penting yakni bagaimana melakukan transformasi dari usaha-usaha perorangan atau kecil menjadi berkelompok dan berkoperasi dalam skala bisnis. Kemudian juga bagaimana terhubung atau bermitra dengan pelaku usaha besar sehingga produk-produk mereka terserap atau dibeli oleh pasar.

"Kami sekarang mencoba melakukan intervensi dengan memperkuat koperasi agar koperasi bisa membeli produk-produk mereka, lalu kami carikan offtaker BUMN atau swasta," kataTeten Masduki.

Baca juga: Teten pastikan Banpres usaha mikro telah tersalurkan 100 persen
Baca juga: Menkop siapkan model bisnis korporasi petani dan nelayan
Baca juga: Teten ajak perguruan tinggi dirikan laboratorium wirausaha