Palembang (ANTARA) - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Selatan meminta pemerintah terus mengawal semangat petani dalam berproduksi di tengah pandemi COVID-19.

Wakil Ketua HKTI Provinsi Sumatera Selatan Zain Ismed di Palembang, Senin, mengatakan, sejauh ini produktivitas petani di Sumsel masih terjaga namun pemerintah sebaiknya tidak lengah atas kondisi ini.

“Jangan sampai mereka malas bertani, bantulah seperti sarana dan prasana dan kepastian bahwa produk yang mereka jual memberikan keuntungan,” kata Zain.

Ia mengatakan di tengah pandemi ini tak dapat disangkal bahwa sektor pertanian menjadi penopang perekonomian Indonesia.

Ini lantaran tingginya konsumsi dalam negeri terhadap kebutuhan pangan hasil pertanian, peternakan dan perikanan.

HKTI Sumsel memperkirakan sektor pangan ini akan tetap tumbuh di tengah pandemi karena kebutuhan pasar domestik Tanah Air yang juga tinggi.

Kondisi ini jauh berbeda dengan sektor jasa dan manufaktur yang mengalami goncangan hebat lantaran pandemi.

Akan tetapi, semangat petani Sumsel ini harus terus dikawal karena tekanan pandemi dari sisi ekonomi juga menggangu kehidupan masyarakat pedesaan.

“Memang daya beli warga pedesaan masih bagus dan ini juga didukung oleh statistik yang dikeluarkan BPS belum lama ini, tapi tetap saja terjadi penurunan aktivitas ekonomi,” kata dia.

Badan Pusat Statistik merilis sektor perternakan dan perikanan tangkap justru paling bersinar selama pandemi di Sumsel yang tergambar dari indeks Nilai Tukar Petani selalu di atas 100 pada September 2020.

Berdasarkan data BPS per September 2020 diketahui bahwa NTP peternakan mencapai indeks 102,80 atau menurun sedikit jika dibandingkan bulan sebelumnya 103,19.

Kemudian di sektor perikanan tangkap, NTP mencapai indeks 100,83 atau naik tipis jika dibandingkan bulan sebelumnya 99,72.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong peningkatan produksi beras di daerahnya, salah satunya di Kabupaten Banyuasin untuk mencapai target peringkat tiga besar produksi beras secara nasional.

“Dukungan kami berikan dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian, dan benih,” kata Herman Deru.

Pemprov sudah menyalurkan dua unit ompa air 6 inchi dan benih padi inbrida sebanyak 195,2 ton untuk 7.808 Ha lahan sawah.

Selain mendukung dalam sarana dan prasarana petanian, Pemprov Sumsel juga bakal menyalurkan ratusan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan membimbing petani di Banyuasin.

"Kami sudah menyiapkan 1000 PPL untuk memberikan edukasi kepada para petani. Jadi satu desa akan ada satu PPL. Kami ingin para petani ini jadi pengusaha di lahannya sendiri," kata dia.

Baca juga: Sumsel ingin segera wujudkan bank gabah, bantu penggilingan padi kecil

Baca juga: Gubernur Sumsel ajak TNI jaga ketahanan pangan daerah

Baca juga: BSB realisasikan KUR ke petani di tengah pandemi

Baca juga: Sumatera Selatan target tiga besar penghasil beras nasional