Kupang (ANTARA) - Kapolda NTT Irjen Pol. Lotharia Latif memberikan apresiasi atas pelaksanaan unjuk rasa aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Bergejolak di kantor DPRD Provinsi NTT yang berlangsung dengan aman dan tertib.

"Saya sampaikan apresiasi atas aksi unjuk rasa yang telah berjalan dengan aman dan tertib sejak Jumat siang hingga sore tadi," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat malam.

Kapolda mengakui memang saat aksi unjuk rasa tersebut hampir berujung pada anarkis namun hal tersebut bisa mereda akibat koordinator unjuk rasa yang bisa meredakan sejumlah mahasiswa tersebut.

"Meskipun ada riak-riak kecil, tapi teman-teman mahasiswa masih melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib" ujar dia.

Baca juga: Soal demo, Ketua MPR dorong pemerintah sosialisasi isi UU Cipta Kerja

Orang nomor satu di Polda NTT itu mengharapkan agar aksi unjuk rasa yang aman dan damai itu tetap dipertahankan sehingga tak mengakibatkan kerusuhan yang berujung pada aksi-aksi anarkis.

Sebelumnya aksi unjuk rasa terdiri dari beberapa elemen organisasi kemahasiswaan antara lain GMNI, IMM, HMI, PMII, PMKRI, GMKI, KAMMI, LMND melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD dalam rangka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap disahkannya Omnibus Law / RUU Cipta Kerja .

Aksi unjuk rasa yang diketahui jumlah pengunjuk rasanya diperkirakan mencapai 1.000 orang itu dimulai dari jalan Bundaran Patung Tirosa, jalan Bundaran PU Kecamatan Oebobo Kota Kupang menuju kantor DPRD Provinsi NTT.

Baca juga: Polda Jatim tetapkan 14 tersangka kerusuhan demo tolak UU Cipta Kerja

Tiba di Kantor DPRD Provinsi NTT, para unjuk rasa langsung melakukan orasi dengan mendapat pengamanan dari personel Polres Kupang Kota dan di backup oleh personel Direktorat Samapta Polda NTT.

Sekitar pukul 15.00 wita sempat terjadi aksi lempar batu oleh beberapa pengunjuk rasa yang hampir berujung pada anarkis. Aksi bakar-bakar juga sempat dilakukan oleh sejumlah mahasiswa itu.

Sekitar pukul 16.00 wita usai berorasi sejak siang, sejumlah perwakilan massa pengunjuk rasa kemudian dipersilakan masuk ke kantor DPRD NTT untuk menyampaikan aspirasinya di hadapan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni.

Sementara di jalan El Tari Kupang lokasi unjuk rasa, aparat kepolisian bersama massa pengunjuk rasa kemudian bersama-sama membersihkan sampah, dan membersihkan abu bekas dari aksi bakar-bakar yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa.

Baca juga: Kawasan Malioboro Yogyakarta dibenahi usai unjuk rasa berujung rusuh
Baca juga: Surabaya benahi fasilitas publik yang rusak usai demonstrasi