Jakarta (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi salah satu dari 1.620 relawan dalam uji klinis calon vaksin COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, mengatakan kesediaannya menjadi relawan karena dirinya harus memposisikan diri sebagai jenderal dalam perang melawan COVID-19.

"Sebagai seorang pemimpin aura saya ini harus optimistis. Ya namanya jenderal kan harus tetap semangat memimpin. Itu kenapa saya turun jadi relawan vaksin," ujar Ridwan Kamil dalam wawancaranya dengan juru bicara pemerintah Reisa Broto Asmoro, yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat.

Dia mengatakan kesediaannya menjadi relawan vaksin COVID-19 juga untuk meyakinkan masyarakat agar tidak memiliki kekhawatiran atas vaksin itu.

"Untuk meyakinkan, wahai masyarakat jangan khawatir saya juga sama jadi relawan," kata pria yang akrab disapa kang Emil itu.

Baca juga: Ridwan Kamil usul ke Presiden agar TNI-Polri bantu edarkan vaksin

Baca juga: "Sicaplang" Jabar catat 639 ribu pelanggaran protokol kesehatan

Selain itu, kata Ridwan Kamil, keikutsertaannya menjadi relawan juga sekaligus untuk menepis isu-isu hoaks yang sebelumnya muncul terkait vaksin ini, antara lain yang menyebutkan vaksin tidak halal, vaksin melemahkan imun tubuh, hingga isu masyarakat dijadikan kelinci percobaan.

"Nah gara-gara itu lah akhirnya saya, pak Kapolda, pak Pangdam, Forkopimda, mendaftar jadi relawan," ujarnya.
​​​​​​
Lebih jauh Ridwan mengatakan semangat kebersamaan harus hadir dalam masa penanganan pandemi COVID-19, agar timbul sense of hope atau harapan di masyarakat atas penanganan pandemi.

Ridwan mengatakan ada dua hal yang akan mengakhiri pandemi COVID-19, yakni orang yang sakit sembuh oleh obat dan yang sehst imun karena pemberian vaksin.

Baca juga: Ridwan Kamil: Kehadiran pemimpin saat COVID-19 itu penting

Baca juga: Jabar luncurkan "KJOL" untuk antisipasi masalah kejiwaan saat pandemi