Jambi (ANTARA) - Pjs. Gubernur Jambi Restuardy Daud mengatakan falsafah pancasila merupakan suatu pandangan hidup yang telah diyakini bangsa Indonesia sebagai suatu kebenaran oleh karena itu dijadikan falsafah hidup bangsa.

"Hari ini kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila, hari ini kita kembali memperkuat komitmen menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, falsafah negara dan cara pandang sebagai negara besar, cara berbangsa dan bernegara itu yang perlu terus digelorakan karena Pancasila sebagai falsafah dalam kehidupan kita sehari-hari, hal tersebut yang harus kita ingat dan tanamkan dalam diri kira bersama," kata Restuardy Daud, Kamis.

PJs Gubernur Jambi Restuardy Daud bersama Forkopimda Provinsi Jambi mengikuti secara virtual peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur melalui virtual di ruang kerja Gubernur Jambi.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur dalam upacara yang mengusung tema “Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila.”

Baca juga: Bamsoet: Jadikan peringatan kesaktian Pancasila meneguhkan ideologi

Baca juga: Sosiolog: Sediakan layanan kesehatan hingga desa demi keadilan sosial


Dalam upacara tersebut, dilakukan pembacaan Teks Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Bambang Soesatyo, serta Pembacaan dan Penandatangan Ikrar oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani.

Usai mengikuti upacara secara virtual, Restuardy Daud menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini merupakan wujud komitmen seluruh bangsa Indonesia bahwa Pancasila adalah falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Pjs. Guvbernur Jambi juga mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menyikapi pandemi COVID-19 secara bijak.

"Mari kita mentaati protokol kesehatan. Kita akan terus bersinergi dengan menerapkan tata kelola kesehatan mulai dari test, tracing dan treatment atau pemeriksaan, pelacakan, dan pengobatan dan kami sedang bekerja, dan saya yakin kita bisa menekan jumlah dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Restuardy Daud.*

Baca juga: Erzaldi: Penerus bangsa harus bisa maknai sejarah Kesaktian Pancasila

Baca juga: MPR ajak komponen bangsa ingat perjalanan Pancasila