Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan terus melakukan pemantauan perkembangan titik api/panas (hotspot) untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.

"Tim gabungan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akhir-akhir ini terus didorong intensif memantau perkembangan titik panas di sejumlah kabupaten yang tergolong rawan kebakaran hutan meskipun sekarang mulai sering turun hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah di Palembang, Rabu.

Baca juga: Nakes kirim surat terbuka minta perlindungan hutan demi kesehatan

Untuk melakukan pemantauan titik api/panas secara intensif dilakukan dengan cara melalui patroli darat dan udara menggunakan helikopter.

Selain itu pihaknya juga rutin melakukan rapat koordinasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut yang cukup luas mencapai jutaan hektare.

Baca juga: Kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur meningkat

Guna mengawasi hutan dan lahan yang tersebar di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat, memerlukan kerja sama dan dukungan semua pihak.

Selain itu partisipasi masyarakat juga memiliki peran yang besar dalam melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan karhutla yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau.

Melalui upaya tersebut diharapkan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun 2020 ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat bisa dicegah, ujar Iriansyah.

Baca juga: Brigdalkarhutla padamkan api di Taman Nasional Baluran dan Berau