Moskow (ANTARA) - Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan pada Selasa bahwa ibu kota Rusia itu akan memperpanjang libur sekolah yang telah direncanakan pada bulan Oktober menjadi dua minggu sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk membendung penyebaran virus corona.

Langkah tersebut mengikuti rekomendasi dari Sobyanin pekan lalu bagi siapa pun dengan masalah kesehatan kronis atau mereka yang berusia di atas 65 tahun untuk tetap di rumah.

Pada hari Selasa, Sobyanin mengatakan para siswa akan libur sekolah mulai tanggal 5 hingga 18 Oktober, dan mendesak para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka tetap di rumah selama periode tersebut.

"Saat ini sebagian besar dari mereka yang sakit - yang seringkali tidak menunjukkan gejala - adalah anak-anak," kata Sobyanin melalui laman daringnya.

"Ketika mereka pulang, mereka dengan mudah menularkan virus ke orang dewasa dan anggota keluarga lanjut usia yang dapat menjadi jauh lebih sakit."

Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa rumah sakit Moskow telah diinstruksikan untuk membebaskan ratusan tempat tidur untuk pasien COVID-19 sebagai tanggapan atas peningkatan tajam dalam jumlah kasus.

Kremlin mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya tidak berencana untuk memberlakukan pembatasan penguncian yang ketat meskipun semakin banyak kasus baru COVID-19.

Dengan lebih dari 1.159.000 kasus, Rusia memiliki jumlah infeksi tertinggi keempat di dunia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Wali kota Moskow desak warga kerja di rumah saat COVID-19 meningkat
Baca juga: Rusia jual ratusan juta dosis vaksin COVID-19 ke India
Baca juga: Rusia rekrut 55.000 relawan untuk uji klinis Sputnik V