Jakarta (ANTARA) - United Nations Fund for Population Activities (UNFPA) atau Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengajak setiap pihak untuk mencapai tiga tujuan transformasi terkait masih banyaknya tantangan dan masalah terkait organ reproduksi, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.

"Di era saat ini masalah terkait organ reproduksi ternyata belum bergeser jauh sehingga UNFPA menajamkan fokus dan benar-benar mengusung tema yang mengajak semua orang mencapai tiga tujuan transformasi," kata UNFPA Assistant Representative Dr dr Melania Hidayat saat diskusi virtual dengan tema "Perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020" yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Tujuan transformasi yang pertama ialah menghilangkan atau menghentikan kematian ibu. Menurutnya, sebetulnya hal tersebut merupakan kematian yang bisa dicegah namun terus saja terjadi bahkan di negara dengan indikator secara sosial dan ekonomi sudah maju misalnya Indonesia.
Baca juga: DKT sebut rasa pada alat kontrasepsi untuk tingkatkan minat penggunaan

Kedua, ialah berjuang bersama-sama memenuhi segala kebutuhan keluarga berencana mengingat tingkat ketidakterpenuhannya akan kontrasepsi masih tetap tinggi.

Terakhir ialah mengakhiri kekerasan berbasis gender. Apalagi, hal tersebut terkait dengan kesehatan reproduksi yang sering terlupakan oleh banyak orang. Bahkan tidak dianggap sebagai bagian dari hak indvidu.

Kekerasan berbasis gender tersebut, kata dia, contohnya di Indonesia adanya perkawinan anak. Kemudian di negara lain misalnya terjadinya "sex selection" atau pemilihan jenis kelamin dimana muncul praktik-praktik yang memaksa seorang ibu hamil menggugurkan kandungannya jika merupakan anak perempuan.
Baca juga: BKKBN: April 2020 ada 47 juta perempuan kehilangan akses kontrasepsi

"Ini tujuan transformasi yang ingin selalu kami kerjakan, promosikan serta ajak semua orang untuk bersama-sama mencapai tujuan tersebut," ujarnya.

Meskipun di sisi lain, ia mengakui untuk membuat negara dengan angka kematian nol secara absolut memang sulit namun visi mulia itu tetap harus diusung.

Secara umum. UNFPA merupakan salah satu organisasi PBB yang memiliki mandat secara garis besar bekerja sama mendukung pemerintah anggota-anggota PBB untuk menjamin pelayanan kesehatan reproduksi bagi warga negara. UNFPA menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia secara formal sejak awal 1970an atau terhitung 45 tahun hingga saat ini.
Baca juga: Hari Kontrasepsi Sedunia tanda pentingnya pilihan untuk perempuan