Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus corona di provinsi itu bertambah 15 orang, sehingga menjadi 1.365 orang per 18 September 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat, mengatakan hari ini data pasien sembuh di Sultra bertambah 15 orang berasal dari tiga daerah yakni Kota Kendari, Baubau dan Kabupaten Konawe.

"Rincian pasien sembuh COVID-19 di Sultra hari ini Konawe tiga orang, Kendari empat orang dan Baubau delapan orang," kata Rabiul.

Baca juga: 1.350 pasien COVID-19 di Sultra dinyatakan sembuh

Meskipun demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan bahwa hari ini Sultra juga terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 17 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.060 orang.

"Rincian kasus baru hari ini masing-masing satu orang dari (Kabupaten) Wakatobi, Buton Utara, dan Baubau. Kemudian Buton Tengah lima orang, dan Kendari sembilan orang," kata Rabiul.

Baca juga: Sultra catat pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 1.339 orang
Data kasus COVID-19 di Sultra per 18 September 2020. (Sumber: Gugus Tugas COVID-19 Sultra). (ANTARA/Harianto)



Pria yang akrab disapa dokter Wayong ini menyampaikan bahwa kasus meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara per hari ini tidak ada penambahan, tetap 46 orang.

Sebaran ke-46 kasus meninggal COVID-19 di Sultra, yakni Kota Kendari 19 orang, Kabupaten Muna tiga orang, Buton empat orang, Kolaka Utara dua orang, Buton Selatan satu orang, Kabupaten Konawe Selatan dua orang, Kolaka dua orang, Konawe dua orang dan Kota Baubau 11 orang.

"Sementara, pasien COVID-19 yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina di Sulawesi Tenggara sebanyak 649 orang," ungkap Wayong.

Baca juga: Pasien meninggal COVID-19 di Sultra tambah dua jadi 44 orang

Baca juga: Sebanyak 1.235 pasien COVID-19 di Sultra dinyatakan sembuh


Ia meminta seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas kebiasaan baru, selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, sehingga bisa mencegah dan menekan angka kasus COVID-19 di provinsi itu.