Purwokerto (ANTARA) - Pemerhati Komunikasi Aat Surya Safaat mengingatkan pentingnya memanfaatkan media sosial dengan cara yang tepat untuk membangun jejaring dan reputasi.

"Pemanfaatan media sosial secara tepat dan bijaksana adalah cara yang paling elegan untuk membangun reputasi," kata Aat pada acara seminar nasional FISIP Unsoed dengan tema "Mengembangkan Potensi Menghadirkan Reputasi" yang digelar secara virtual diakses dari Purwokerto, Rabu.

Baca juga: FISIP Unsoed wacanakan pembukaan prodi kehumasan

Wartawan senior yang pernah menjabat Direktur Pemberitaan LKBN Antara tahun 2016 tersebut menambahkan dalam memanfaatkan media sosial perlu memperhatikan kode etik di dunia maya yang bersifat universal.

"Antara lain, tidak menyinggung perasaan orang lain, tidak menyudutkan dan lain sebagainya," katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa peran jejaring sangat penting dalam membangun reputasi. "Seseorang atau sebuah lembaga yang mempunyai reputasi baik, umumnya punya jejaring luas, tak heran apa yang disebut modal bukan semata-mata soal uang, tetapi juga ide, gagasan dan jejaring," tuturnya.

Aat menambahkan bahwa membangun reputasi pada era digital memiliki tantangan tersendiri, sehingga pemanfaatan media sosial bisa menjadi kunci.

Ia juga mengapresiasi seminar nasional yang mengangkat tema Mengembangkan Potensi Menghadirkan Reputasi yang digelar oleh Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed.

"Saya mengapresiasi seminar nasional ini, terutama karena disiplin ilmu komunikasi harus menjadi garda terdepan dalam mengangkat arti pentingnya literasi atau melek media agar khalayak memiliki sikap kritis terhadap apa yang disiarkan media," katanya.

Baca juga: Akademisi: Kampanye penggunaan masker harus terus digencarkan

Baca juga: Unsoed Purwokerto segera operasikan laboratorium uji PCR


Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Wisnu Widjanarko mengatakan seminar nasional tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai pentingnya pengelolaan reputasi di era digital.

"Reputasi di era digital memiliki tantangan tersendiri, sehingga untuk menghadapinya dibutuhkan kemampuan komunikasi yang mumpuni," katanya.

Dia mengatakan narasumber dalam seminar tersebut, antara lain Aat Surya Safaat, wartawan senior yang pernah menjabat Direktur Pemberitaan LKBN Antara tahun 2016 dan kini menjadi Asesor Uji Kompetensi Wartawan PWI.

Selain Aat, narasumber lainnya adalah Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nada Marsudi, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed, S Bekti Istiyanto serta Media Communication PT Pertamina (Persero) Alih Istik Wahyuni.

Seminar ini juga mengundang para akademisi dari seluruh Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitian atau gagasan mereka yang meliputi subtema kehumasan, jurnalisme, periklanan dan komunikasi visual, studi media dan kajian budaya, dan komunikasi pemasaran.

Baca juga: Unsoed ingatkan warga selalu terapkan protokol kesehatan

Subtema lain, yaitu komunikasi multikultur, komunikasi sosial dan politik, komunikasi pembangunan dan pedesaan, komunikasi korporat, teknologi dan komunikasi, dan isu komunikasi kontemporer lainnya.