Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memantau pelaksanaan protokol
kesehatan pada layanan masyarakat di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, seiring berlakunya PSBB di Jakarta.

"Di Terminal Kalideres tujuannya memastikan layanan angkutan untuk warga yang masih diperbolehkan aktivitas pada PSBB tetap terfasilitasi dengan baik, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar," ujar Syafrin di Jakarta, Senin.

Selama pemantauannya, masyarakat yang hendak memasuki lingkungan Terminal Kalideres harus dicek suhu badannya dan telapak tangannya disemprot menggunakan cairan penyanitasi tangan.

Syafrin mengatakan bagi warga yang keluar-masuk Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI tidak lagi memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM.

Baca juga: PSBB Jakarta, Sudin Perhubungan Jaksel antisipasi kerumunan ojek
Baca juga: PAN minta DKI beri BLT bagi nakes saat PSBB Jakarta
Baca juga: PSBB Jakarta, jumlah penumpang di Stasiun Manggarai menurun


Kemudian bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota, harus melengkapi persyaratan dengan tes cepat hasil negatif dan surat keterangan sehat dari Puskesmas atau rumah sakit.

"Warga yang akan pergi antarwilayah atau provinsi diharapkan tetap melengkapi dokumen yang disyaratkan, harus ada dokumen rapid test yang bersangkutan negatif dan itu kami melakukan pengawasan ketat," ujar dia.

PSBB Jakarta yang dimulai pada 14 September 2020 sangat berdampak pada ketersediaan layanan angkutan bus antarkota antarprovinsi yang sepi penumpang. Penjualan tiket yang juga menurun drastis.

"Sudah jarang penumpang keluar kota, karena PSBB juga harus yang beneran sehat yang boleh diangkut," ujar salah satu agen penjualan tiket bus, Hasan.