Jakarta (ANTARA) - Julia (28 tahun) warga Gresik, Jawa Timur, merasakan manfaat biaya kesehatan yang dibayarkan oleh Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terutama saat melahirkan anaknya.

"Saya ingat betul dan sangat merasakan manfaat kartu JKN-KIS ini. Saya dengan mudah bisa terlayani saat harus menjalani operasi sesar dan tanpa mengeluarkan biaya sama sekali alias nol rupiah," kata Julia dalam siaran pers BPJS Kesehatan yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebagai peserta JKN-KIS, dia sangat bersyukur biaya pelayanan dan saat berobat ketika menjalani operasi sesar ditanggung BPJS Kesehatan.

Julia tidak menyangka BPJS Kesehatan menanggung semua biaya selama perawatan kelahiran termasuk ketika kehamilan. Sebagai peserta JKN-KIS tidak ada perbedaan pelayanan dengan peserta umum.

Baca juga: Peserta akui dapat manfaat besar JKN setelah 4 tahun jalani cuci darah

Baca juga: BPJS Kesehatan minta peserta manfaatkan Mobile JKN


Sebagai korban pemutusan hubungan kerja, Julia mengatakan tidak akan menghentikan kepesertaannya dalam JKN-KIS. Menurut dia, jumlah iuran yang dibayar memiliki manfaat besar dan tidak sebanding dengan nilai setorannya.

"Iurannya ga mahal, tapi manfaat yang bisa didapatkan tidak terbatas. Anak saya beberapa kali sakit dan dengan kartu JKN-KIS ini bisa dilayani kapan saja. Bahkan pernah di waktu larut malam, tetap saya dilayani," kata dia.

Ia berharap agar masyarakat dapat menyadari pentingnya memiliki JKN-KIS yang merupakan kewajiban seluruh masyarakat Indonesia.

"Semoga semua masyarakat bisa sadar seperti saya untuk memiliki jaminan kesehatan, terlebih ini kan memang diwajibkan oleh pemerintah. Saya sangat bersyukur bisa menjadi peserta JKN-KIS," kata dia.

Baca juga: Layanan digital mobile JKN jadi solusi di tengah pandemi

Baca juga: Iuran JKN naik, kualitas pelayanan juga harus ditingkatkan