Solo (ANTARA) - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 yang kembali diterapkan di Provinsi DKI Jakarta mulai berdampak pada penurunan pada arus bus di Kota Solo, Jawa Tengah.

"Khususnya bus pemberangkatan dari daerah ke Jakarta sudah terlihat ada pengurangan," kata Komandan Regu Bravo Dinas Pagi Terminal Tirtonadi Sriyono di Solo, Senin.

Baca juga: Pemerintah tunjuk Terminal Tirtonadi contoh terminal sehat

Ia mengatakan jika sebelum adanya penerapan PSBB, pada pagi hari jumlah bus yang berangkat rata-rata delapan bus untuk hari ini turun menjadi dua bus. Menurut dia, kondisi yang sama juga terjadi pada bus yang datang dari Jakarta ke Wonogiri yang melintasi Kota Solo.

Dengan penurunan lalu lintas bus sepanjang pagi ini, pihaknya memprediksi hal tersebut akan berdampak pada penurunan jumlah armada setiap harinya. Sebagai gambaran, dikatakannya, dalam satu harinya jumlah armada yang datang dari Jakarta ke Solo di kisaran 52 bus.

"Ini baru kedatangan, belum keberangkatan. Dari data kami, sebelum penerapan PSBB bus AKAP (antarkota antarprovinsi) tujuan ke Jakarta ada 36 bus keberangkatan dari Solo. Dengan adanya PSBB ini pasti makin turun, nanti sore baru terlihat," katanya.

Menurut dia, kondisi yang sama juga terjadi pada jumlah penumpang. Dari hasil pantauan, untuk jumlah penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi di pagi hari pertama penerapan PSBB jilid dua tersebut tidak lebih dari 10 orang.

"Untuk jumlah penumpang juga ada penurunan, tetapi memang kalau penumpang dari Jakarta yang turun ke Solo sedikit, hanya di kisaran tiga orang. Selebihnya turun di tujuan akhir, yaitu Wonogiri dan Karanganyar," katanya.

Ia mengatakan kondisi PSBB di Jakarta tersebut juga disiasati oleh perusahaan otobus (PO) dengan mengurangi jumlah armada yang dioperasionalkan. Menurut dia, jika biasanya rata-rata setiap PO menjalankan lima armada, untuk saat ini berkurang menjadi 1-2 armada.

Sebelumnya, Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto mengatakan selama pandemi COVID-19 ini terjadi penurunan yang cukup signifikan pada jumlah armada yang melintas ke Terminal Tirtonadi.

"Kalau biasanya jumlah armada yang masuk ke sini bisa sampai 1.400 per hari dengan jumlah penumpang sekitar 12.000-15.000 per hari, untuk saat ini jumlah armada hanya sekitar 400 per hari. Itu pun belum diimbangi dengan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas armada tersebut," katanya.

Baca juga: Pengelola Tirtonadi perketat protokol kesehatan kepada pengguna jasa
Baca juga: Kemenhub akan jadikan Terminal Tirtonadi sebagai pusat kreatif